Showing posts with label Semarang. Show all posts
Showing posts with label Semarang. Show all posts

Monday, June 20, 2016

Minggu Sore di Masjid Agung Jawa Tengah

Wisata religi bisa menjadi alternatif pilihan wisata yang menyenangkan untuk dikunjungi. Menikmati keindahan bangunan peribadatan, mengamati kegiatan pengunjung yang lalu-lalang, atau memanjatkan doa kepada Gusti Agung di tempat ibadah yang dikunjungi bisa membawa pengalaman tersendiri ketika berwisata religi.


Ada kesan tersendiri ketika melakukan wisata bertemakan religi. Suasana hening, ketenangan yang saya rasakan di dalam batin, serta suasana damai yang menyelimuti tempat ibadah yang terasa indah. Seiring perkembangan jaman, banyak tempat ibadah yang juga difungsikan sebagai tempat wisata, entah karena keunikan arsitektur bangunannya, sejarah yang melatarbelakangi adanya bangunan peribadahan tersebut, tokoh pejuang agama yang dimakamkan di sana, maupun suasana bangunan yang menarik perhatian orang untuk mengunjunginya. Sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di masa lampau, Kota Semarang cukup kental dengan akulturasi budaya termasuk dengan keragaman agama di sana. Tak sulit menemukan tempat-tempat wisata bertemakan religi di Kota Loenpia. Salah satu lokasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang diresmikan pada tahun 2006 ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keindahan arsitektur bangunan yang dipadu dengan pemandangan alam di sekitar masjid menjadi gimmick tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke sana.

Tuesday, February 2, 2016

Umbul Sidomukti - Kolam Pemandian dengan Latar Perbukitan

Kolam pemandian terbuka dengan suasana latar belakang perbukitan menjadi daya tarik tersendiri di Umbul Sidomukti ini. Segarnya air yang berasal dari sumber mata air pegunungan dipadu dengan udara bersih nan sejuk, membuat siapa saja ingin menikmati kesegaran air di kolam pemandian terbuka. Lokasinya yang berada di ketinggian perbukitan, seolah memberi sensasi seperti sedang berenang di atas awan.



Kabut tipis menyambut kedatangan saya ketika memasuki kawasan wisata Umbul Sidomukti di daerah Bandungan. Perjalanan menuju Umbul Sidomukti memang cukup menantang, jalan sempit melintasi perkampungan yang sesekali melewati area jurang memang mengharuskan pengemudi untuk selalu ekstra waspada selama perjalanan. Belum lagi jika harus terjadi simpangan antar kendaraan roda empat, salah satu pun harus mengalah karena jalanan yang dilalui cukup sempit. Ditambah dengan tanjakan-tanjakan yang curam serta kelokan tajam siap memompa adrenalin untuk menuju kawasan wisata ini. Namun, semua "kengerian" tersebut terbayar lunas dengan pemandangan alam yang disajikan sepanjang perjalanan. Kebun sayur milik warga yang nampak subur, tanaman cabai dan buncis yang terlihat menggoda, serta aktivitas para petani yang sibuk menggarap ladang menjadi pemandangan menarik sepanjang perjalanan menuju kawasan umbul.

Thursday, July 3, 2014

Lawang Sewu yang Tidak Lagi Terkesan Mistik

Hari pun beranjak sore ketika bus Trans Semarang yang saya tumpangi memasuki kawasan Jalan Pemuda yang terkenal dengan area perkantoran dan perdagangan di pusat Kota Atlas. Saya pun turun di salah satu halte tak jauh dari SMA N 3 Semarang, kemudian lanjut berjalan kaki menuju bangunan Lawang Sewu yang menjadi salah satu ikon Kota Lunpia ini. Hujan rintik perlahan turun menemani langkah kaki menyusuri sepanjang trotoar yang sangat nyaman bagi pejalan kaki. 


Bangunan Lawang Sewu merupakan salah satu gedung peninggalan Belanda yang kini menjadi cagar budaya dan dimanfaatkan sebagai salah satu tujuan wisata. Bangunan yang dahulu digunakan sebagai kantor Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yaitu Perusahaan Kereta Api Swasta milik Belanda pada masa kolonial. Setelah penjajahan Belanda, gedung ini sempat digunakan sebagai penjara bawah tanah oleh tentara Jepang, lokasi Pertempuran 5 Hari di Semarang antara pemuda AMKA (Angkatan Muda Kereta Api) melawan tentara Kempetai dan Kidobutai di bawah komando Jepang, serta pernah juga digunakan untuk kantor pemerintahan pasca kemerdekaan. Saat ini pengelolaan bangunan Lawang Sewu di bawah naungan PT Kereta Api Indonesia.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com