Terkadang, hanya butuh sebuah spontanitas dalam sebuah perjalanan, tak usah banyak rencana, asal jalan saja !
Sejak di dalam kereta menuju Banyuwangi, saya dan teman seperjalanan mulai sibuk mencari infomasi mengenai kuliner khas lokasi yang akan kami kunjungi. Kami tertarik untuk mencoba beberapa kuliner khas Kota Banyuwangi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Baluran yang menjadi tujuan utama kami. Namun, mengingat lokasi yang belum pasti, membuat kami mencoba kembali mencari alternatif kuliner khas yang tak jauh dari stasiun kedatangan kami nanti. Setelah bertanya ke sana kemari, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju pulau seberang, dengan pertimbangan waktu tempuh dan lokasi yang sudah pasti untuk kami kunjungi, tanpa harus repot untuk mencari.
Jarak antara Pelabuhan Ketapang dengan Stasiun Banyuwangibaru ternyata tak seberapa jauh. Cukup berjalan kaki kurang lebih tujuh menit, kami pun tiba di pelabuhan. Sore itu pelabuhan nampak cukup lengang dari lalu-lalang kendaraan maupun penumpang. Kami pun bergegas mencari kapal yang siap berangkat menuju pulau seberang. Tak lama setelah kami naik ke atas kapal, perlahan namun pasti, kapal mulai berlayar meninggalkan dermaga. Sempat terbersit rasa panik dalam benak saya, mengingat kejadian beberapa tahun silam dalam penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk. Saya hampir saja mabuk laut, karena terlalu asyik mengamati matahari terbit dari atas kapal. Angin laut berhembus lumayan kencang membuat saya masuk angin, kemudian kepala pening dan akhirnya rasa mual pun muncul selama penyeberangan. Walaupun isi perut sampa keluar, namun membuat badan menjadi tidak nyaman.