Sunday, May 17, 2015

Rujak Soto Mbok Mbret Banyuwangi

Mungkin orang Banyuwangi memang gemar mencampurkan dua jenis makanan sekaligus untuk dinikmati bersama. Tengok saja sajian pecel rawon maupun rujak soto. Namun, sajian rujak soto sepertinya masih menjadi primadona bagi penggemar kuliner yang sedang singgah di Bumi Blambangan ini.

Bagi masyarakat Jawa Timur, rujak merupakan makanan yang menggunakan bumbu kacang yang dicampur dengan sayuran segar, potongan tahu dan tempe, di mana sekilas mirip seperti sajian pecel, lotek atau gado-gado. Hal yang sedikit membedakan rujak Jawa Timuran adalah adanya campuran bumbu petis yang khas. Hal ini sedikit berbeda apabila kita menyebut rujak di daerah Jawa bagian tengah dan barat yang mengidentikan rujak berupa campuran buah-buahan segar yang disiram dengan sambal yang dicampur dengan gula merah.


Kota Banyuwangi memiliki makanan khas yaitu rujak soto. Rujak soto merupakan campuran dari dua buah masakan, yakni rujak sayur yang disiram dengan kuah soto babat. Perpaduan dua buah makanan yang sedikit "nabrak", namun menciptakan cita rasa yang nikmat.

Thursday, March 19, 2015

Mengenal Lebih Dekat Anak Gimbal Dieng

Selain menawarkan keindahan alamnya yang menawan, Dieng juga memiliki adat-istiadat serta budaya yang unik dan tak kalah menarik. Adalah rambut anak rambut gimbal, anak istimewa, titipan dari dewa.


Dataran Tinggi Dieng tersohor dengan keindahan alamnya yang mempesona. Deretan perbukitan yang gagah, telaga warna yang anggun, candi-candi peninggalan kejayaan peradaban Hindu yang masih terjaga keberadaannya, hingga kawah vulkanik yang terlihat cantik namun menyimpan bahaya. Selain keindahan alam, Dataran Tinggi Dieng juga menyimpan sebuah keunikan yang mungkin tidak akan dapat kita temukan di daerah lain. Adalah anak berambut gimbal, yang dipercaya sebagai titisan Kyai Kolodite, leluhur masyarakat Di Hyang, yang bersemayam di dalam raga anak-anak yang dianggap pilihan.


Anak rambut gimbal seolah memiliki kharisma tersendiri. Rambut gimbal mereka tumbuh secara alami, bukan karena hasil karya tangan-tangan kapster yang bekerja di salon. Anak berambut gimbal dipercaya memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan anak-anak lain sebayanya karena mereka dianggap sebagai anak pilihan, sehingga memang ada perlakuan khusus semacam diistimewakan. Pada saat kecil, anak berambut gimbal ini tumbuh selayaknya anak-anak pada umumnya. Namun ketika memasuki usia sekitar dua atau tiga tahun, mereka tiba-tiba mengalami demam yang tinggi, dan pada keesokan harinya tumbuh rambut gimbal secara tiba-tiba di rambut mereka.

Thursday, March 5, 2015

[Adv] Koleksi Jaket Parka yang Menggoda

Saya adalah salah satu orang yang gemar mengenakan jaket. Outfit ini tak hanya saya kenakan untuk kegiatan harian, namun juga selalu menjadi fashion item yang wajib saya bawa ketika melakukan perjalanan. Fungsi jaket tak hanya sekedar untuk menghalau hawa dingin saja, melainkan juga untuk menghalau sengatan sinar matahari, apalagi jika harus sering melakukan kegiatan di luar ruangan. Dari segi estetika, fashion item yang satu ini juga dapat menujang penampilan kita.


Saya termasuk orang yang suka dengan model jaket yang simpel. Alasannya sih sederhana saja, model jaket yang simpel mempermudah saya untuk memadu-padankan dengan fashion item lainnya, seperti jeans, kaos, maupun sneakers saat dikenakan.


Nah, beberapa waktu lalu saya lagi ngidam pengen beli jaket baru nih. Dan mulailah saya browsing di internet untuk mencari jaket yang sesuai. Browsing punya browsing, akhirnya saya kesengsem dengan koleksi jaket parka dari Zalora ! Modelnya simpel dan terkesan casual sehingga cocok untuk dikenakan dalam kegiatan harian, baik untuk ke kampus maupun hang out bersama kawan. Bagi kalian yang sedang bingung mencari jaket yang cocok untuk dikenakan, bisa lho lihat-lihat koleksi jaket parka dari Zalora ini sebagai refrensi belanja kalian !

Thursday, February 12, 2015

Pecel Ndeso Khas Kutho Solo

Menyambangi pasar tradisional, bagi saya seperti menikmati langsung denyut kehidupan perekonomian masyarakat lokal. Ada transaksi jual beli berbagai macam barang kebutuhan, termasuk sajian kuliner lokal yang menggiurkan. Perjalanan kali ini membawa saya kembali menyambangi Kota Solo, sebuah kota yang terkenal dengan tradisi budaya Jawa yang masih kental, serta kuliner tradisionalnya yang beraneka ragam.

Pagi ini saya menyambangi Pasar Gede untuk mencari kuliner tradisional yang mungkin sedikit mulai sulit ditemukan. Salah satu sajian lokal yang saya cicipi pagi ini adalah pecel ndeso. Bagi masyarakat Jawa, sajian pecel cukup mudah kita temukan dan biasa dijadikan sebagai menu sarapan. Campuran aneka sayuran segar yang direbus kemudian disiram dengan bumbu sambal kacang memberi cita rasa pedas, manis dan gurih yang khas. Namun, pecel ndeso ala Kota Solo ini sedikit berbeda dibandingkan dengan pecel-pecel pada umumnya yang biasa kita temukan.


Letak perbedaannya adalah pada sambal pecel yang digunakan untuk menyiram campuran sayur mayur yang telah direbus. Sambel pecel ala pecel ndeso Solo ini menggunakan campuran bahan cabuk, yaitu ampas dari proses pembuatan minyak wijen. Campuran dari bahan cabuk inilah yang memberikan warna hitam pada sajian sambal pecel ndeso ini.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com