Thursday, February 12, 2015

Pecel Ndeso Khas Kutho Solo

Menyambangi pasar tradisional, bagi saya seperti menikmati langsung denyut kehidupan perekonomian masyarakat lokal. Ada transaksi jual beli berbagai macam barang kebutuhan, termasuk sajian kuliner lokal yang menggiurkan. Perjalanan kali ini membawa saya kembali menyambangi Kota Solo, sebuah kota yang terkenal dengan tradisi budaya Jawa yang masih kental, serta kuliner tradisionalnya yang beraneka ragam.

Pagi ini saya menyambangi Pasar Gede untuk mencari kuliner tradisional yang mungkin sedikit mulai sulit ditemukan. Salah satu sajian lokal yang saya cicipi pagi ini adalah pecel ndeso. Bagi masyarakat Jawa, sajian pecel cukup mudah kita temukan dan biasa dijadikan sebagai menu sarapan. Campuran aneka sayuran segar yang direbus kemudian disiram dengan bumbu sambal kacang memberi cita rasa pedas, manis dan gurih yang khas. Namun, pecel ndeso ala Kota Solo ini sedikit berbeda dibandingkan dengan pecel-pecel pada umumnya yang biasa kita temukan.


Letak perbedaannya adalah pada sambal pecel yang digunakan untuk menyiram campuran sayur mayur yang telah direbus. Sambel pecel ala pecel ndeso Solo ini menggunakan campuran bahan cabuk, yaitu ampas dari proses pembuatan minyak wijen. Campuran dari bahan cabuk inilah yang memberikan warna hitam pada sajian sambal pecel ndeso ini.

Thursday, December 25, 2014

Menengok Proses Pembuatan Manisan Carica Khas Dieng

Singgah ke sebuah tempat rasanya tidak lengkap jika tidak membawa oleh-oleh khas daerah setempat. Jika Anda sedang mampir di daerah Wonosobo, maka manisan carica adalah pilihan tepat sebagai buah tangan untuk keluarga dan kerabat.

Satu pertanyaan yang sering saya lontarkan ketika saya sedang berkunjung ke suatu tempat yaitu adakah kuliner khas dari daerah setempat? Pertanyaan tentang makanan menurut saya menjadi salah satu entry point yang paling mudah untuk memulai pembicaraan dengan orang yang baru saja kita kenal dalam perjalanan.


Berbicara tentang Wonosobo, daerah ini memiliki beberapa makanan khas yang wajib Anda coba ketika bertandang di kota ini. Dari beberapa makanan khas, manisan carica menjadi salah satu sajian yang diburu oleh wisatawan oleh-oleh khas. Rasanya yang manis serta aromanya yang khas menjadikan sajian ini menjadi primadona oleh-oleh daerah Wonosobo.

Wednesday, December 17, 2014

[Photo] Keseruan #FamTripJateng 2014

Bagaimana jika sekitar 20 orang travel blogger dikumpulkan menjadi satu untuk trip bareng? Rame, kocak, seru !

Tanggal 4 dan 5 Desember kemarin, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Tengah mengundang sekitar 20 orang travel blogger untuk melakukan perjalanan bersama, mengenalkan potensi pariwisata Jawa Tengah yang ternyata sangat beragam. Trip kali ini diadakan di daerah Wonosobo dan Banjarnegara untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Bagaimana keseruan trip kali ini? Here's some candid moment from my camera !

Groufie atau selfie atau apalah namanya, yang namanya foto bareng travel partner di lokasi wisata itu wajib yak buat dokumentasi dan di share di social media hihihi ~

lokasi : Bukit Sidengkeng, Dieng
jika cuaca cerah maka Anda dapat menyaksikan pemandangan Telaga Warna, Telaga Pengilon dengan latar belakang Gunung Sindoro, sayang kemarin lagi mendung dan turun kabut ~


hmmmm, aku penasaran nih dengan hasil groufienya, ngintip ah #eh ~

lokasi : Bukit Sidengkeng, Dieng
dibutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk mencapai puncak Bukit Sidengkeng ini, jalannya nanjak-nanjak cantik, awas kepleset, jalan setapaknya licin kak habis terguyur hujan ~


groufie dulu pakai "seragam" baru sebelum berlari ke hutan, kemudian belok ke Tambi ~

lokasi : Pendopo Agrowisata Teh Tambi

mumpung di kebun teh, main agedan film India-Indiaan yuk kak ~

lokasi : Kebun Teh Tambi

mas, jangan serius-serius ya motretnya, aku jadi canggung mengeluarkan ekspresinya ntar ~

lokasi : Kebun Teh Tambi

Demikian secuil keseruan dari #FamTripJateng 2014 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dalam acara Familiarization Tour Blogger di Wonosobo dan Banjarnegara. Kapan-kapan boleh lho mengundang kita untuk piknik bareng lagi #uhuk

Cek cerita #FamTripJateng dari blogger yang lain yuk !
Alid Abdul - Bermain Sambil Belajar di Perkebunan Teh Tambi
Ari Murdiyanto - Pondok Wisata Tambi, Tempat Bermalam di Tengah Kebun Teh 
Dzofar - Wisata Jawa Tengah : Keajaiban Rambut Gimbal di Dieng
Fahmi Anhar - Kumpul Travel Bloggers di Wonosobo
Halim Santoso - Perjalanan Manis Buah Carica
Idah Ceris - Bonus Plus-Plus Dari Bukit Sidengkeng
Indri Juwono - Janji Kelak Menuju Dieng
Krisna KS - Carica?? Ya Dieng !!
Oryza - Kisah Kyai Kolodete dan Rambut Gimbal di Kalangan Masyarakat Dieng
Putri Normalita - Visit Jateng : Anak Gimbal dan "Warna" di Telaga Warna
Rijal Fahmi - Kisah Perjalanan Teh Tambi
Rinta Dita - Mencari Hangat dalam Semangkok Mie Ongklok
Wihikan Wijna - Mengenal Jawa Tengah Bareng Travel Blogger
Yofangga Rayson - Ayo Piknik, Jangan Kaya Orang Susah
Yusmei - Rambul Gembel, Antara Rezeki dan Cobaan
Firsta - From Plant To Pot : Tambi Tea Plantation

Selamat membaca :)

Monday, December 15, 2014

Menikmati Suasana Pagi di Pantai Bama, Situbondo

Minimnya pasokan listrik dan tidak adanya sinyal provider selular terkadang membuat kita uring-uringan. Namun, pemandangan alam yang ditawarkan serta ketenangan yang kita dapatkan, membuat kita lupa dengan minimnya fasilitas yang ada.

Keheningan suasana di sekitar Pantai Bama pagi itu tiba-tiba saja pecah oleh suara kawanan monyet ekor panjang yang berlarian menuju pantai yang sedang surut. Saya tak tau pasti berapa banyak jumlahnya, mungkin puluhan, atau bahkan ratusan ekor yang tiba-tiba saja berhamburan dari dalam hutan. Saya sedang duduk di tepi pantai menanti matahari terbit pun mendadak panik, kemudian berlari menuju ke dalam cottage lalu mengunci pintu. Padahal pagi itu masih cukup gelap, masih sekitar pukul empat. Dari balik kaca jendela saya mencoba mengamati perilaku macaca di pagi buta.


Ada perilaku unik dari kawanan monyet ekor panjang ini di kala pagi di Pantai Bama. Mereka berlarian menuju pantai Bama yang sedang surut untuk mencari makan. Mereka mencari kepiting kecil, udang atau ikan-ikan kecil yang bersembunyi di celah-celah batu karang dengan cara memancing menggunakan ekor mereka. Ada pula beberapa macaca yang terlihat memakan rumput laut segar. Saya yang dari tadi panik pun kembali tenang. Kawanan macaca ini tidak tertarik dengan pengunjung yang datang, melainkan hanya mencari makan di pantai yang sedang surut. Padahal jika hari sudah menjelang siang, biasanya kawanan macaca ini cukup agresif kepada pengunjung yang datang di Pantai Bama, terlebih kepada pengunjung yang datang membawa makanan pasti akan menjadi incaran mereka.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com