Sunday, July 1, 2012

Aku, Safari Dharma Raya, dan Tragedi Lima Jam di Terminal Arjosari, Malang


Di dalam sebuah perjalanan pasti ada sebuah kisah yang lucu, menggelitik, atau bahkan mungkin terkesan tolol. Namanya juga saya, orangnya sedikit labil dan selalu saja penasaran dengan hal-hal yang baru. Seharusnya jika on the track mengikuti itinerary yang saya buat, sesampainya di terminal Probolinggo seharusnya langsung mencari bus tujuan Surabaya, namun siang itu sepertinya otak saya sedikit mengalami "gangguan". Entah setan apa yang menghampiri saya, tiba-tiba saja saya kepikiran untuk pulang melalui Kota Malang. Oke, akhirnya siang itu pun saya putuskan menaiki bus patas tujuan Malang dengan tarif Rp 23.000,00, sama seperti tarif bus patas tujuan Surabaya. Perjalanan dari Probolinggo menuju Malang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan saya pun tertidur cukup lelap, walaupun beberapa kali sempat terbangun karena goncangan yang kurang mengenakkan. Beruntung siang itu penumpang tujuan ke Malang lumayan lengang.

Sekitar pukul 14.30 pun Bus Akas yang saya tumpangi sudah memasuki daerah Lawang. Saya pun berchit-chat ria dengan beberapa teman di Malang, sedikit meminta petunjuk dan pencerahan mengenai kota tersebut. Sebenarnya ingin sekali menghabiskan akhir pekan di kota ini, tapi apa daya tugas-tugas di Jogja pun sudah menanti untuk saya jamah satu per satu. Sekitar pukul 15.00 bus yang saya tumpangi pun memasuki terminal Arjosari, yang ada di pikiran kala itu mengenai terminal adalah preman dan calo tiket, jadi ya sebisa mungkin saya menampilkan tampang sok tenang, walau tetap saja ada sedikit rasa was-was. Lumayan bingung juga dengan kondisi Terminal Arjosari, tidak tahu sistem pembelian tiket dan sebagainya, serta parahnya saya tidak menemui satu pun bus tujuan Jogja sore. Pemandangan di sepanjang terminal keberangkatan bus jarak jauh hanya penumpang dengan barang-barang yang berjubel serta entah mereka calo tiket atau orang-orang dari agen tiket, agak terkesan agresif sih memang ketika menawarkan pembelian. Saya pun berjalan memasuki sebuah warung, alibinya membeli air minum sambil bertanya jadwal keberangatan bus.

Si mbak penjaga warung menjawab pertanyaan saya dengan logat Malang yang khas. Jujur sih agak sedikit bingung karena bahasa Jawa yang digunakan sedikit berbeda logatnya dengan bahasa Jawa yang saya dengar sehari-hari di Jogja. Ternyata oh ternyata bus tujuan Jogja baru berangkat sekitar pukul 19.00 malam. Saya pun masih memasang tampang kalem menunggu di bagian deretan kursi penumpang, dan ngobrol-ngobrol kecil dengan beberapa calon penumpang. Dari mereka lah saya baru tahu jika ingin naik bus jarak jauh harus pesan tiket terlebih dahulu, agak berbeda memang seperti di terminal Jogja yang asal naik bus saja nanti bayar karcis di dalam.

Saya pun mendekati orang-orang yang entah calo tiket atau agen itu dan bertanya kepada mereka mengenai jadwal dan tarif tiket tujuan Jogja. Hmmm, ternyata mereka orangnya ramah dan baik hati menjelaskan tarif dan bus mana saja dengan tujuan ke Jogja serta mengantarkan saya menuju loket pembelian tiket bus antar kota, oke don't judge book from the cover ._.

Saya pun memilih bus Safari Dharma Raya atau OBL untuk menemani perjalanan saya pulang ke Jogja. Tarif yang dikenakan memang menohok sih, Rp 110.000,00 untuk tiket Malang-Jogja, tapi memang fasilitas yang diberikan sepadan, tempat duduk yang nyaman dan cukup luas serta adanya fasilitas bantal dan selimut. Ada alternatif lain untuk bus tujuan Malang-Jogja, bisa menggunakan PO Handoyo atau PO Zena dengan tarif sekitar Rp 72.000,00, tapi saya telat mendapatkan info itu, terlanjur membeli tiket OBL -__-

Satu hal yang bikin agak nyesek sebenarnya, jadwal keberangkatan OBL adalah pukul 20.00 WIB, jadilah saya sukses harus menunggu sekitar 5 jam di dalam terminal. Oh iya, hati-hati juga membeli makanan di warung deretan terminal Arjosari ini, terkadang kalkulator si pedagang sedikit eror kali ya, mie gelas + teh botol dihargai Rp 10.000,00 berhasil mendarat dengan kurang mengenakkan di dalam tenggorokan saya, hehehe maklum sampai di Malang perut saya sudah meminta jatah, karena selama dua hari di Bromo saya hanya makan berat satu kali saja, itu pun hanya mie goreng ditambah nasi *menu anak kost banget*, selebihnya saya hanya memakan bekal roti crackers dan roti basah yang saya bawa, lumayan lah untuk menghemat biaya makan selama travelling

Perjalanan dari Malang menuju Jogja memakan waktu sekitar 9 jam perjalanan. Dan lagi-lagi rumah makan tempat singgah bus adalah di Rumah Makan Duta, Ngawi, tapi menu kali ini prasmanan walau rasanya tidak karuan. Dari Malang saya berangkat pukul 20.00 malam dan tiba di Jogja sekitar pukul 05.00 pagi, ya sebuah keapesan yang menambah pengalaman lucu saya selama perjalanan menjelajahi Bromo :)

2 comments:

  1. Hahaha, padahal enak naik dari Surabaya loh mas, PATAS EKA tuh, makan di ngawi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, lebih murah naik Eka juga (pada jaman itu) :D

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com