Monday, October 15, 2012

Telaga Warna - Telaga Solfatara Penuh Pesona


Kawasan Dataran Tinggi Dieng seolah tak pernah berhenti memancarkan pesona keindahan alamnya. Deretan perbukitan yang berdiri kokoh, pemandangan hamparan perkebunan kentang, serta udara yang sejuk memberikan sensasi kedamaian di hati. Telaga Warna, salah satu obyek wisata alam unggulan yang hampir tidak pernah sepi oleh kunjungan wisatawan.


Telaga Warna, sebuah danau vulknanik dengan daya tarik dari air danau yang memantulkan gradasi warna. Konon kabarnya menurut penduduk setempat, sekitar sepuluh tahun yang lalu pancaran warna di telaga ini berwarna-warni  indah seperti pelangi. Namun sayang kini hanya pancaran warna tersebut sudah tak sebanyak seperti dahulu akibat dari aktivitas manusia yang merusak alam sekitar, sehingga berpengaruh terhadap kondisi Telaga Warna. Lihat saja banyak bukit-bukit yang dibuka untuk lahan perkebunan. Kini hanya pantulan warna kehijauan saja yang terlihat di danau ini yang berasal dari aktivitas vulkanik. Ya, danau ini mengandung sulfur atau belerang sehingga terkadang mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup menyengat di indera penciuman.


Walau tidak dipungkiri sebenarnya kondisi alam di sekitar Telaga Warna ini terlihat cukup baik. Di sekeliling telaga terdapat pepohonan yang rindang tumbuh subur membentuk hutan mini. Jalan setapak pun sudah dibangun sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat leluasa mengelilingi Telaga Warna sesuai dengan rute yang telah dibuat. Keberadaan hutam mini ini semakin memberikan hawa sejuk dan teduh sepanjang perjalanan mengelilingi Telaga Warna ini.


Di sebelah Telaga Warna ini terdapat Telaga Pengilon, sebuah telaga dengan airnya yang jernih dan airnya bisa digunakan untuk bercermin. Entah benar atau tidak mitos yang beredar mengenai telaga tersebut, tetapi pemandangan di Telaga Pengilon memang cukup cantik. Di kelilingi oleh deretan perbukitan dan pohon-pohon rindang di sekelilingnya. Kaki seolah tidak mau beranjak meninggalkan Telaga Pengilon ini. Keberadaan sebuah pohon yang tumbuh condong ke arah telaga seolah menjadi pembatas area jelajah telaga ini. Ya di dekat pohon inilah biasanya banyak wisatawan yang berhenti sambil menikmati pesona keindahan Telaga Pengilon ini.

Melanjutkan perjalanan mengelilingi Telaga Warna, kita akan menemukan beberapa gua yang dijadikan tempat untuk bermeditasi. Gua-gua tersebut antara lain adalah Gua Semar, Gua Sumur, dan Gua Jaran. Jangan heran jika di sekitar gua terkadang terdapat sisa-sisa sesaji untuk pemujaan dan meditasi. Saya sendiri sih kurang tertarik dengan keberadaan gua itu, karena kesan mistis yang cukup kentara menyelimuti ketiga gua tersebut.



Salah satu spot favorit para pengunjung untuk berfoto ria di Telaga Warna ini adalah di area telaga yang dekat dengan pintu masuk utama. Di bagian ini terdapat batang pohon yang tumbuh condong ke arah telaga, menimbulkan kesan eksotis dari pemandangan Telaga Warna tersebut. Sttt.. ada sedikit rahasia nih, ada spot yang menarik untuk melihat Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas bukit. Tinggal ikuti saja jalan setapak menuju Dieng Plateau Theater dan lanjut menaiki bukit, maka rasa lelah Anda akan terbayar dengan pemandangan catik yang terpapar di depan mata. Ya, tak heran memang dengan pancaran pesonanya yang sungguh menawan, obyek wisata Telaga Warna ini hampir setiap hari tidak pernah sepi oleh kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

keterangan
tiket masuk : Rp 6.000,00 per-orang (data Juli-Agustus 2012)
jam buka : pagi sampai dengan sore
fasilitas : toilet umum, mushola, kios makanan dan minuman, jasa foto

4 comments:

  1. wah dulu pas ke dieng malah nggak mampir ke telaga warna, keren bgt viewnya sumpah

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sayang sekali, padahal Telaga Warna jadi spot wajib di Dieng lho :)

      Delete
  2. Wah kebetulan nih, liburan nov besok mau kesini.. Saran dong, kalo kesini enaknya pagi atau sore ya ? Big thanks yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku lebih saranin ke sini pagi
      selain cuacanya relatif lebih bagus, tidak terhalang oleh kabut, lokasinya juga belum ramai oleh pengunjung :)

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com