Wednesday, July 17, 2013

Legomoro - Jajanan Berfilosofi dari Kotagede

Kotagede memang dikenal sebagai sentra kerajinan perak di Yogyakarta. Selain perak, tempat ini juga dikenal sebagai "kota tua"nya Jogja karena masih menyimpan banyak bangunan kuno yang memiliki corak khas arsitektur Jawa yang hingga kini masih terjaga keberadaannya. Tak hanya perak dan juga bangunan tuanya, Kotagede juga memiliki beberapa makanan tradisional yang hingga kini masih dapat kita temukan.


Tak hanya kipo yang rasanya manis gurih, Kotagede juga memiliki jajanan pasar yang bernama legomoro. Melihat komposisi bahannya, legomoro ini hampir serupa seperti lemper, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Bahan pembuatan legomoro terdiri dari campuran beras ketan, santan, dan cacahan daging. Beras ketan yang sudah dimasak dengan santan kemudian dibungkus dengan daun pisang dan diberi cacahan daging di bagian tengah adonan. Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang, dibentuk segi empat memanjang, dan diikat dengan tali bambu, lalu dikukus sampai matang. Di dalam penyajiannya, satu ikat tali bambu ini biasanya terdiri dari tiga atau empat buah legomoro.



Legomoro sendiri memiliki cita rasa yang dominan gurih, perpaduan antara campuran santan dan cacahan daging yang diberikan bumbu-bumbu khusus. Makanan ini memiliki filosofi yaitu ketika kita datang ke sebuah acara harus dengan hati yang ikhlas / lega. Filosofi ini diambil dari nama makanan tersebut yaitu dari penggalan kata lego (lega/ikhlas) dan moro (datang). Maka tak heran jika makanan ini biasanya disajikan di dalam acara-acara khusus seperti upacara adat maupun dalam acara hajatan. Tak harus menunggu adanya acara hajatan karena jajanan legomoro ini kini dapat Anda temukan di Pasar Kotagede, terutama di lapak-lapak penjual jajanan pasar. Satu tangkup legomoro dijual dengan kisaran harga Rp 2.000,00 sampai Rp 3.500,00, cukup murah bukan?

4 comments:

  1. Replies
    1. iya mirip banget mas isinya, tapi bentuknya lebih kecil daripada lemper
      cuma menurut saya, rasa legomoro ini tidak begitu gurih dibandingkan dengan lemper

      Delete
  2. Artikelnya bikin kangen nihh :D
    Almarhum eyang saya paling sedep bikin legomoro ini mas,
    dan kalau yang bikinan eyang rasanya jauh lebih gurih dan legit daripada lemper biasa.
    Saya paling suka kalo sudah lewat setidaknya semalam dari waktu bikinnya, semua bahannya sudah menyatu dengan sempurna ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah asyik nih bisa belajar bikin legomoro sama alm eyangnya dulu :)

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com