Friday, August 23, 2013

Icip-Icip Masakan Rumahan ala Warung Bu Ageng

Ada kalanya saya merasa kangen dengan masakan tradisional Indonesia di tengah keberadaan warung makan yang menyajikan menu-menu western yang cukup gencar bermunculan di Yogyakarta akhir-akhir ini. Terletak di kawasan Tirtodipuran yang terkenal dengan cafe dan resto yang bernuansa western, terdapat sebuah warung makan yang menyajikan masakan khas Indonesia, khususnya masakan Jawa dan mix Kalimantan. Warung makan Bu Ageng milik budayawan Butet Kertaredjasa ini patut dijadikan rekomendasi tempat makan ketika sedang kangen dengan masakan rumahan.


Pemberian nama Bu Ageng sendiri terinspirasi oleh istri mas Butet Kertaredjasa, yaitu ibu Rulyani Isfihana. Konon nama Bu Ageng merupakan sapaan akrab dari cucu-cucu beliau. Sesuai dengan misinya, warung makan Bu Ageng ini memang ingin menonjolkan keaslian kelezatan masakan rumahan khas nusantara di tengah merebaknya tempat makan yang menyajikan menu makanan bernuansa western.


Suasana Tempat
Owner-nya saja seniman, jadi wajar jika warung makan ini memiliki suasana yang nyeni. Deretan meja dan kuri kayu siap menyambut kedatangan kita ketika memasuki bagian dalam warung makan ini selayaknya warung makan Jawa pada umumnya. Terdapat sebuah taman kecil yang terata rapi dengan sebuah sumur yang sengaja masih dipertahankan keberadaannya. Sebuah perpaduan nuansa unik yang menjadikan kita merasakan layaknya sedang berada di rumah sendiri. Hal unik lainnya adalah hiasan foto tokoh-tokoh di Indonesia, baik itu seniman, politikus, dan sebagainya yang sudah meninggal dunia kemudian di pajang pada salah satu dinding yang terletak di bagian belakang.


Well, saya salut dengan tata ruang yang sedemikian rupa sehingga benar-benar menyajikan suasana rumahan yang nyaman sehingga membuat setiap pengunjung betah untuk berlama-lama di sini. Sirkulasi udara pun tetap juga terjaga dengan baik karena konsep warung yang sedikit terbuka tanpa terlalu banyak penyekat.

Menu Makanan
Menu makanan yang disajikan di warung Bu Ageng merupakan menu masakan harian yang bernuansa Jawa dan dipadukan dengan menu makanan yang bernuansa Kalimantan. Berhubung saya rame-rame dengan teman, jadi saya pun dapat icip-icip beberapa menu makanan yang disediakan di warung ini. Let's See !

Nasi Campur Ayam Bakar Suwiran
Namanya juga nasi campur, jadi isinya cukup macem-macem. Dalam penyajiannya, nasi campur ayam bakar suwiran ini berisi nasi, sambal kutai, sambal goreng kentang kering (klengkam), ayam suwir, ikan asin, dan lempeng legendar (karak). Rasa masakannya cukup gurih, dicampur dengan klengkam yang manis pedas, menjadikan menu masakan ini nikmat untuk disantap. Campuran sambal kutainya memang sedap sehingga semakin menambah kenikmatan masakan ini. Satu hal yang membuat makanan ini semakin spesial adalah keberadaan lempeng legendar (karak) sebagai pengganti kerupuk.


Lempeng legendar ini memang lebih gurih jika dibandingkan dengan kerupuk biasa. Saya agak jarang menemui lempeng legendar setelah sekian lama tinggal di Jogja dan akhirnya saya dapat menemukan makanan tersebut di warung Bu Ageng ini. Lumayan, untuk mengobati rasa kangen saya terhadap lempeng legendar yang biasa saya santap di rumah ini. Satu porsi nasi campur ayam bakar suwiran dihargai Rp 22.000,00. Jika dilihat dari porsinya sih memang lumayan sedikit bagi saya, tapi sebanding dengan rasa yang ditawarkan.


Nasi Pecel Telur Ceplok
Tampilannya seperti nasi pecel kebanyakan, yaitu terdiri dari nasi, sayuran seperti rebusan kacang panjang, tauge, daun bayam, dan disiram dengan sambal pecel serta diberi telur ceplok. Namun, bumbu sambal kacangnya sedap, manis dan pedasnya pas, serta aroma daun jeruk yang sedikit kuat sehingga memberikan kesan sedap pada sambal pecelnya. Tekstur sambal pecelnya cukup halus, namun tekstur kacangnya masih terasa. Yap, nasi pecel di warung ini rasanya memang juara, bumbu kacangnya sedep dipadu dengan sayuran yang masih segar sehingga rasanya makin nikmat ketika disantap. Untuk harga, seporsi nasi pecel telur ceplok ini dihargai Rp 14.000,00 per-porsinya.


Ayam Nylekit
Namanya unik, di mana dalam bahasa Jawa kata "nylekit" itu berarti kata-kata yang menyakitkan hati. Kata "nylekit" di dalam menu ini menggambarkan rasa masakan dengan rasa yang cukup pedas sehingga dapat terasa "nylekit" di tenggorokan. Menu ayam nylekit sendiri lebih mirip seperti ayam yang dibumbu rica-rica dengan rasa yang cukup pedas. Tapi tenang, pedasnya tidak "nylekit" di tenggorokan dan tidak akan membuat tersedak. Rasa pedas pada kuahnya pas dan terasa nikmat, cocok bagi yang suka masakan pedas tapi yang tidak terlalu "nendang" di tenggorokan. Satu porsi ayam nylekit dihargai Rp 13.000,00 tapi belum termasuk nasi lho !


Bubur Duren Mlekoh
Menu bubur duren mlekoh sendiri terdiri dari campuran potongan roti tawar, durian, dan disiram kuah kental yang kemungkinan berasal dari campuran santan dan cream. Menu ini disajikan hangat dan aroma duriannya cukup memikat. Rasa manisnya pas dan tidak membuat eneg. Menu ini memang cocok dijadikan sebagai menu desert setelah kita puas menikmati makanan utama. Menu bubur duren mlekoh ini dihargai Rp 12.000,00 untuk porsi kecil dan Rp 16.000,00 untuk porsi jumbo.

Menu Minuman
Beberapa kali menyambangi warung makan ini, saya pun jatuh cinta dengan es lidah buaya yang disajikan oleh warung Bu Ageng ini. Minuman khas Kalimantan ini memang memiliki rasa manis yang pas dan lidah buaya yang segar. Cocok diminum pada siang hari yang panas.


Well, secara keseluruhan warung makan Bu Ageng ini memang cocok dijadikan refrensi tempat makan yang wajib dikunjungi ketika sedang berada di Jogja. Menu masakan rumahan yang enak serta suasana tempat yang nyaman membuat tempat ini dapat dijadikan sebagai "pelarian" ketika sedang rindu dengan masakan rumahan.


keterangan :

  • warung makan Bu Ageng terletak di Jalan Tirtodipuran No. 13 Yogyakarta, tepatnya di sebelah barat daerah Prawirotaman, nomor telpon : 0274 387191 / 0853 2986 2888
  • warung Bu Ageng buka dari hari Selasa - Minggu dari pukul 11.00 sampai 23.00 WIB, hari Senin libur :)

No comments:

Post a Comment

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com