Sunday, March 16, 2014

Nite at The Museum : Museum Dr Moh Saleh Probolinggo

Bukan Tour De Probolinggo namanya jika tidak ada kejutan di dalam acaranya. Usai meletakkan barang-barang di tenda yang berada di dekat pelabuhan, kami semua diajak untuk berkeliling mengunjungi museum yang ada di Kota Probolinggo. Biasanya museum hanya buka dari pagi sampai sore, kali ini panitia mempersiapkan acara yang menarik, lain dari biasanya. Yap, night at the museum ! Apa? berkunjung ke museum di malam hari? Iya ! Kami semua diajak berkunjung ke museum di malam hari oleh panitia Tour De Probolinggo !


Nama Dr Moh Saleh mungkin saja kurang kita kenal di dalam sejarah pahlawan nasional Indonesia. Nama beliau memang kurang banyak dibahas di pelajaran sejarah selama saya duduk di bangku sekolah dulu. Merujuk dari beberapa artikel yang saya baca di internet, beliau merupakan lulusan STOVIA, sekolah kedokteran di jaman penjajahan Belanda. Beliau juga seangkatan dengan Dr Sutomo, salah satu tokoh pendiri organisasi Budi Utomo.

Beliau dikenal dengan sering berpindah-pindah tempat tinggal di berbagai kota sebelum akhirnya menetap di Kota Probolinggo. Beliau membaktikan diri dan mendarmakan ilmunya di bidang kesehatan kepada masyarakat. Praktik kesehatan yang dijalankan oleh beliau dapat dilihat dari kediaman rumahnya yang kini difungsikan sebagai museum oleh pemerintah kota setempat. Di rumah dengan arsitektur Belanda yang cukup kental ini terdapat ruang yang digunakan untuk membuka praktik kesehatan. Ada ruang kerja dokter, apotek, ruang rawat inap, hingga kamar mayat lengkap tersedia bak rumah sakit.



Museum ini memiliki koleksi yang tampak sederhana namun memiliki nilai sejarah di dalamnya. Lihat saja buku-buku kedokteran milik beliau yang berbahasa Belanda yang mungkin sudah langka, catatan medical record pasien beliau, kliping koran, serta catatan-catatan lainnya masih tersimpan rapi di lemari milik beliau. Ada pula alat-alat kesehatan, seragam yang digunakan untuk beliau praktik, catatan resep, hingga obat-obat untuk pasien masih tersimpan rapi di ruang kerja milik beliau. 


Di antara beberapa ruang di museum ini, ada sebuah ruang yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Ruangan tersebut disebut dengan "kamar petheng" alias kamar gelap. Kamar gelap bukan berarti ruangan tersebut gelap tidak ada cahaya. Kamar tersebut merupakan kamar tempat beristirahat Dr Moh Saleh. Kamar tersebut diberi garis pembatas agar pengunjung tidak masuk ke dalam ruangan tersebut. Mengapa demikian? Menurut penuturan petugas museum, sudah beberapa kali ada kejadian pengunjung yang kerasukan setelah memasuki ruangan tersebut. Seram kan? Tidak kok, asal kita sopan dan menaati peraturan tidak akan ada kejadian yang aneh-aneh.


Terlepas dari cerita seram yang beredar, tak ada salahnya menjadikan Museum Dr Moh Saleh sebagai agenda kunjungan ketika bertandang di Kota Probolinggo. Obyek wisata Museum Dr Moh Saleh memang masih tergolong obyek wisata baru di Kota Probolinggo. Penasaran ini mengenal lebih dalam sosok Dr Moh Saleh yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit di Kota Probolinggo? Silahkan mampir ke museum ini :)

Museum Dr Moh. Saleh
hari Senin : tutup
hari Selasa - Minggu mulai buka dari pukul 08.00 - 14.00 WIB
Libur pada hari besar nasional dan keagamaan 

4 comments:

  1. Dinamakan "kamar petheng" kok malah padhang ada lampunya? Kenapa tidak disebut sebagai kamar sare saja ya?

    Museum memang bagusnya buka malam ya supaya orang-orang yang habis kerja bisa mampir ke museum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kamar petheng hanya sebagai sebutan saja mas
      menurut penuturan petugas museum, ruangan ini dulu juga digunakan untuk semedi Dr Moh Saleh
      dan sewaktu direnovasi ada yang kerasukan lalu berpesan agar ruangan ini jangan dimasuki oleh sembarang orang, makanya sekarang diberi garis pembatas :D

      Delete
  2. klo gitu pantesnya disebut "kamar wingit" saja, :D
    lihat ada sajen kembang di dalam kamar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seingatku ga ada sajen kembang atau dupa macem tempat-tempat wingit yang ada di Jogja :D

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com