Friday, April 12, 2013

Sate Kere - Olahan Sate dengan Bahan Dasar Tempe

Sajian menu sate lazimnya menggunakan bahan dasar daging seperti daging ayam, kambing, maupun sapi, namun di Solo kita dapat menemukan sate dengan bahan dasar tempe. Sate dengan bahan dasar tempe ini dikenal dengan sebutan sate kere dan warung Sate Yu Rebi merupakan salah satu warung yang menyajikan sajian sate berbahan dasar tempe yang cukup legendaris di kota Solo ini.

Thursday, April 11, 2013

Es Potjong Solo - Manis, Legit, dan Menggigit

Mengunjungi Kota Solo memang tidak dapat dilepaskan dari agenda berbelanja batik murah sambil memanjakan lidah. Setiap kali berkunjung ke kota Solo, agenda yang paling tidak bisa saya tinggalkan adalah berburu kuliner khas. Hampir di setiap sudut kota ini kita dengan mudah menemukan berbagai kuliner yang enak dengan harga yang cukup terjangkau. Salah satu kuliner pelepas dahaga yang cukup menjadi hits di Kota Solo adalah sajian Es Potjong (baca : es pocong).


Thursday, April 4, 2013

Tersihir Kecantikan Museum Ullen Sentalu


Udara sejuk siap menyambut kedatangan kita di Museum Ullen Sentalu ini. Museum yang terletak di kawasan Kaliurang ini memiliki keunikan baik dari segi arsitektur bangunan maupun dari koleksi yang ada di dalamnya. Perpaduan konsep arsitektur gothic ala Eropa pada bangunannya, dipadukan dengan koleksi peninggalan dari Dinasti Mataram yang memiliki nuansa budaya Jawa yang kental pasti membuat decak kagum bagi siapa saja yang datang mengunjungi Museum Ullen Sentalu ini.


Memasuki pintu masuk museum, kita serasa diajak untuk merasakan salah satu scene adegan dalam film The Chronicles of Narnia, di mana kita akan merasakan adegan seolah-olah masuk ke dalam sebuah almari kayu, kemudian keluar di dalam sebuah hutan yang sangat lebat dan terasa cukup lembab.

Wednesday, April 3, 2013

Hargo Dumilah, Puncak Tertinggi Gunung Lawu

Gemuruh angin gunung yang terdengar samar sambil sesekali menghembuskan udara dingin khas daerah pegunungan seolah memaksa saya untuk tetap bermanja-manja mencari kehangatan di dalam balutan sleeping bag yang sudah saya tata. Pondokan sederhana milik Mbok Yem memang cukup nyaman untuk ditinggali untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan pendakian hingga ke puncak Gunung Lawu. Suara kokokan ayam jantan akhirnya memaksa kami semua untuk meninggalkan kehangatan sleeping bag dan segera bersiap untuk memulai hari. Pagi itu masih sedikit gelap, tak kuasa gigi ini bergemelutuk menahan dinginnya hawa pegunungan yang menerpa badan ketika saya keluar dari dalam pondokan.


Semburat warna orange muncul dari ufuk timur menyambut saya ketika keluar dari gubug. Udara dingin yang menusuk di badan seolah tak begitu saya hiraukan ketika melihat indahnya sang surya yang muncul dari peraduannya.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com