Thursday, April 11, 2013

Es Potjong Solo - Manis, Legit, dan Menggigit

Mengunjungi Kota Solo memang tidak dapat dilepaskan dari agenda berbelanja batik murah sambil memanjakan lidah. Setiap kali berkunjung ke kota Solo, agenda yang paling tidak bisa saya tinggalkan adalah berburu kuliner khas. Hampir di setiap sudut kota ini kita dengan mudah menemukan berbagai kuliner yang enak dengan harga yang cukup terjangkau. Salah satu kuliner pelepas dahaga yang cukup menjadi hits di Kota Solo adalah sajian Es Potjong (baca : es pocong).



Keberadaan informasi Es Potjong ini memang tidak dapat dilepaskan dari peran serta social media, yaitu twitter yang sangat familiar di berbagai kalangan saat ini. Berawal dari akun @TongkronganSolo lah saya mengenal keberadaan Es Potjong ini. Pemberian nama "pocong" memang menimbulkan berbagai macam pertanyaan mengenai bentuk dari sajian minuman yang satu ini. Sosok pocong yang menyeramkan justru mampu menghipnotis para pelanggan untuk datang menikmati kesegaran sajian Es Potjong ini.




Es Potjong, sebuah inovasi rasa dari bahan tradisional yang dikembangkan dengan variasi rasa serta tambahan topping yang beragam. Bahan dasar utama sajian Es Potjong ini adalah bubur sumsum, yang biasa disajikan setelah orang punya hajat dalam tradisi Jawa. Jika biasanya jenang sumsum disajikan dengan kuah juruh yang berasal dari olahan gula jawa yang dicairkan dicampur dengan daun pandan, namun si owner Es Potjong ini melakukan inovasi rasa yang disesuaikan dengan lidah masyarakat jaman sekarang. Es Potjong sendiri terdiri dari campuran bubur sumsum, sirup merah, creamer, mochi, ditambah dengan topping yang bisa Anda pilih sesuai selera dan diberi siraman pecahan es batu. Beberapa topping yang bisa Anda pilih adalah buah strawberry, kelapa muda, nata de coco, dan juga sereal cokelat. Perpaduan rasa gurih dari bubur sumsum, dipadukan dengan manis dari sirup dan kesegaran dari pecahan es batu terasa sangat lumer di mulut, sangat cocok dinikmati sebagai pelepas dahaga ketika terik panas yang menyengat di siang hari. Tambahan mochi yang kenyal dan tambahan topping sesuai pilihan sangat pas menemani sajian Es Potjong ini, ditambah dengan sirup yang berwarna merah semakin menambah daya pikat sajian es yang satu ini.




Sajian Es Potjong ini dapat Anda temui di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di bagian citiwalk di sebelah barat THR Sriwedari. Lapak Es Potjong sendiri mulai buka dari pukul 10.00 pagi sampai dengan habis. Satu gelas Es Potjong dijual dengan harga Rp 4.000,00 saja, cukup murah bukan? Selain sajian Es Potjong, Anda pun dapat memilih sajian lain seperti es teler dan juga es teh manis. Sebagai tambahan cemilan, Anda pun dapat memesan bakso bakar, siomay, dan batagor yang dijual di sekitaran lapak Es Potjong ini. Walaupun mengusung suasana kaki lima, namun cita rasa sajian Es Potjong ini tidak kalah dengan es-es sejenis yang dijual di gerai-gerai di pusat perbelanjaan ternama !

keterangan :
  • warung ini memiliki konsep kaki lima, berada di bagian citi walk Jalan Slamet Riyadi, jangan heran jika pada siang hari warung ini ramai dikunjungi para pelanggan, sehingga Anda harus antri untuk dapat tempat duduk lesehan
  • untuk info lebih lanjut, dapat mem-follow akun twitter @espotjongsolo

2 comments:

  1. wuih, boleh dicoba nih kalau mampir Solo. Kayaknya ini waralaba ya? Pernah denger di Depok, Jawa Barat juga ada yang seperti ini.

    http://travel.kompas.com/read/2011/12/06/10570430/Es.Pocong.Mendoan.Iblis.Hiiii.Seram.

    ReplyDelete
    Replies
    1. es potjong ini bukan waralaba kok mas, mungkin aja kebetulan namanya sama seperti yang di Depok :D

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com