Friday, March 14, 2014

Batik Tenggeran Khas Probolinggo

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Probolinggo, namun belum sempat untuk menjelajahi keunikan yang disajikan di kota yang terkenal dengan mangganya tersebut. Probolinggo bagi saya menjadi semacam kota transit, sebelum menuju Kawasan Bromo maupun melanjutkan perjalanan ke Kota Jember. Tapi siapa sangka, kota yang terletak di pesisir utara Jawa ini memiliki tempat wisata yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.


Usai menikmati keindahan Air Terjun Madakaripura, seluruh peserta Tour De Probolinggo diajak untuk berkeliling kota sembari mengenalkan potensi wisatanya. Perjalanan menuju Kota Probolinggo pun tak kalah memberikan kesan. Dan lagi-lagi, truk TNI lah menjadi kendaraan yang mengantarkan para peserta keliling Kota Probolinggo. Saya ingat ada kejadian lucu ketika truk yang kami tumpangi memasuki Kota Probolinggo. Ada sebuah mobil yang berhenti tepat di belakang truk kami ketika di lampu merah. Seketika seluruh penumpang di dalam mobil tersebut memandang kami semua dengan ekspresi terheran-heran. Tak hanya penumpang yang ada di dalam mobil tersebut saja, hampir semua masyarakat yang berpapasan dengan truk kami memandang seluruh isi penumpang dengan ekspresi terheran-heran. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. 

Thursday, March 13, 2014

Air Terjun Madakaripura - Keindahan Persemedian Maha Patih Gadjah Mada dan Ironi Masyarakatnya

Jalan yang berkelok dengan kontur yang naik turun memaksa kami semua untuk sering membenarkan posisi duduk di atas truk TNI yang berguncang-guncang selama perjalanan. Belum lagi rasa kurang nyaman karena kursi kayu yang saling berhadapan, sekilas mirip seperti tatanan kursi di dalam kereta komuter. Begitulah sedikit gambaran perjalanan para peserta Tour De Probolinggo menuju Air Terjun Madakaripura. Kebersamaan di antara kesederhanaan. Namun, mungkin seperti itulah perjalanan menuju surga, penuh dengan jalan yang terjal dan berliku sebelum akhirnya kita bisa menikmati keindahan di balik perjuangan.


Saya melihat ada beberapa pos retribusi yang harus dilalui sebelum menuju pintu parkir Air Terjun Madakaripura ini. Mungkin karena banyaknya pos retribusi yang harus dilalui inilah menyebabkan banyak tulisan di blog yang menyebutkan bahwa banyak pungutan liar untuk menuju Air Terjun Madakaripura. Minimnya akses transportasi umum juga menjadi cerita lain yang membuat para wisatawan mengurungkan niat mereka untuk berkunjung ke Air Terjun Madakaripura usai puas menjelajahi Kawasan Bromo. Padahal air terjun ini memiliki potensi yang menarik sebagai wisata minat khusus.

Thursday, March 6, 2014

TDP Hari 2 : We Don't Get The Sunrise at Bromo !

Dinginnya udara pegunungan di kala fajar memang membuat betah bagi siapa saja untuk berlama-lama menikmati empuknya kasur berbalut dengan hangatnya selimut yang tebal. Namun, di kala fajar inilah geliat kehidupan di kawasan Bromo dimulai. Orang rela datang jauh-jauh ke Bromo untuk dibangunkan di kala fajar demi menikmati indahnya matahari terbit di ufuk timur sana. 


Dinginnya udara Bromo memang membuat siapa saja malas untuk beranjak dari peraduan. Udara pagi ini memang serasa kurang bersahabat. Angin bertiup cukup kencang, ditambah dengan kabut yang sesekali berdatangan. Sweater dan jaket yang saya kenakan pun seolah masih belum bisa menahan dinginnya udara yang menerpa ke seluruh badan. Tujuan kami pagi ini adalah ingin melihat sunrise di Bukit Punuk Sapi, yang berlokasi di sekitaran Lava View Lodge, tidak jauh dari penginapan kami di Bromo Permai. Untuk menuju ke sana kami pun harus berjalan kaki melewati jalan setapak. Perjalanan ini pun menempuh waktu kurang lebih 30 menit. Medan yang kami lalui pun tidak terlalu terjal, karena sepertinya jalan setapak tersebut sudah cukup sering dilalui oleh orang. 

Saturday, March 1, 2014

TDP Hari 1 : Bersih-Bersih Sampah di Kawasan Kaldera Pasir Bromo

Kawasan Wisata Bromo memang menjadi salah satu andalah sektor pariwisata di wilayah Probolinggo. Tak hanya terkenal di kancah nasional, keindahan matahari terbit dan pemandangan alam di Kawasan Bromo ini bahkan sudah mendunia sehingga banyak dikunjungi oleh turis manca negara. Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu pintu masuk utama menuju kawasan Wisata Bromo. Banyak wisatawan yang memilih masuk ke kawasan Bromo melalui Kabupaten Probolinggo karena akses jalan maupun kendaraan umum yang cukup memadai dari wilayah ini.


Sesuai dengan tema yang diangkat yaitu kolaborasi warisan alam dan penyelamatan lingkungan, seluruh peserta Tour De Probolinggo tak hanya diajak untuk berjalan-jalan menikmati keindahan alam Kawasan Bromo Tengger Semeru, melainkan melakukan aksi nyata untuk penyelamatan lingkungan. Salah satu kegiatan tersebut adalah memungut sampah di kawasan lautan pasir hingga kawasan di sekitaran Pura Luhur Poten Bromo. Seluruh peserta berjalan kaki dari penginapan di kawasan Bromo Permai hingga menyusuri kawasan kaldera pasir. Mungkin banyak dari kita ketika menyusuri kawasan ini menggunakan kendaraan bermotor seperti jeep maupun sepeda motor tidak terlalu menyadari keberadaan sampah yang cukup banyak berserakan mengotori kawasan ini. Cukup miris juga, ternyata di kawasan ini banyak sampah bekas bungkus makanan yang dibuang begitu saja oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Sangat disayangkan karena ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab ini berdampak pada kotornya lingkungan yang seharusnya kita jaga bersama kebersihannya.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com