Thursday, March 31, 2016

Food Coma di Warung Sederhana Tanjung Papuma

Sebagai salah satu tempat berlabuh dan berlayarnya para nelayan, Tanjung Papuma tentu menyediakan hidangan laut yang sayang untuk dilewatkan. Hidangan ikan laut yang segar siap menjadi teman bersantap di kala lapar. Puas menyantap hidangan laut, sebutir buah kelapa muda hijau pun siap menuntaskan dahaga Anda.

Tanjung Papuma memiliki deretan warung makan yang ditata dalam satu lokasi. Pengunjung yang ingin bersantap pun bisa memilih salah satu warung yang telah disediakan di sini. Rata-rata pengelola dan pemilik warung adalah warga masyarakat yang tinggal di sekitar Papuma dan Watu Ulo. Rata-rata warung makan di Papuma hanya buka dari pagi hingga sore saja, sedangkan ketika hari sudah beranjak malam, hanya terlihat satu dua warung saja yang masih buka melayani pelanggan.


Saya dan kawan saya mulai mencari warung makan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Pengelola penginapan menyarankan kami untuk membeli makan di warung makan Evergreen yang lokasinya hanya berada di depan penginapan. Namun karena rasa penasaran, akhirnya kami berjalan kaki menuju deretan warung yang berada di sebelah selatan pantai. Pantai Papuma ketika malam terasa cukup gelap, walaupun sudah ada listrik masuk dan dipasang lampu penerangan di beberapa sudut jalan. Saya sarankan sih lebih baik Anda membawa lampu senter jika ingin jalan-jalan malam di Papuma. Terdapat dua buah warung yang masih buka malam itu, kemudian kami memilih untuk bersantap di Warung Sederhana yang dikelola Mbak Ul.



Kami sudah diwanti-wanti oleh driver kami tadi siang jika pergi ke Papuma, lebih baik memesan seafood-nya saja karena ikannya masih segar dan harganya cukup ramah di kantong. Kami menuju box kecil tempat penyimpanan ikan. Ada beberapa jenis ikan yang ditawarkan, namun rata-rata ukurannya besar semua. Setelah memilih-milih, akhirnya pilihan kami jatuh kepada ikan bethet alias ikan kakak tua dan udang. Ikan bethet tersebut berukuran satu kilo lebih satu ons, di mana harga per-kilo ikan di sini dihargai Rp 70.000,00. Jadi, jika kami memesan ikan dan udang tersebut kami harus membayar Rp 107.000,00. Akhirnya dengan tawar-menawar yang sedikit sengit, ikan dan udang tersebut bisa kami dapatkan dengan harga Rp 100.000,00 saja. Eits, tapi harga tersebut belum termasuk nasi, lalapan, sambal, dan minumnya. Tapi tenang saja kok, harga nasi, lalapan, minuman di sini masih wajar, tidak dimahalkan.

Kami menunggu agak lama untuk bisa menyantap ikan dan udang bakar yang kami pesan. Aroma bakaran ikan cukup menyengat di indra penciuman dan membuat kami semakin kelaparan. Sambil menunggu makanan yang dipesan, kami pun habiskan waktu untuk berbincang dan melihat bulan (hampir) purnama terbit. Ah, syukurlah malam ini terang, padahal sore tadi hujan gerimis sudah turun. Sekitar lima belas menit menunggu akhirnya pesanan kami datang juga. Saya cukup kaget dengan porsi ikan kakaktua yang ternyata sangat besar ! Jujur ini pertama kalinya saya makan ikan kakaktua, karena biasanya jika di Jogja, jenis ikan ini dijual dengan harga yang cukup mahal ! Jenis ikan kakaktua ini memiliki daging yang tebal dan bagian durinya hanya ada di tengah badan saja. Ikan bakarnya enak, bumbunya pas, tidak terlalu manis. Sajian ikan bakar ini semakin pas disantap dengan sambal tomat atau sambal kecap yang sudah disediakan. Saking tebalnya daging ikan kakaktua ini, rasa-rasanya tidak habis-habis ketika kami santap berdua. Ah, seharusnya ikan ini kami santap bertiga atau berempat, bukan berdua saja. Pada akhirnya kami merasa kekenyangan dan food coma  !


Harga makanan di warung makan yang berada di Papuma menurut saya masih dalam harga yang wajar. Es teh manis dan kopi misal, dijual dengan harga Rp 3.000,00-Rp4.000,00 saja per-gelasnya. Kelapa muda dijual dengan harga Rp 10.000,00 saja per butirnya. Sedangkan nasi pecel dan nasi goreng dijual dengan harga Rp 10.000,00 per-porsinya. Tenang kok, para penjual ini sudah menyediakan buku menu dengan harga yang dicantumkan, jadi tak usah khawatir jika "dipalak".

Oh iya, ada cerita lucu ketika kami sedang bersantap. Bapak pemilik warung memberi kami lilin untuk penerangan, padahal lampu listrik menyala dengan terang. Tak berapa lama kemudian listrik pun padam. Selang tak lama kemudian listrik pun menyala lagi, namun setelah menyala sekian menit padam lagi. Dan kejadian tersebut berulang-ulang hingga kami selesai santap malam. Timben, listrik padam nyala padam nyala kata bapaknya. Padahal biasanya aliran listrik normal-normal saja ketika malam tiba. Jadilah kami serasa menikmati candle light dinner di tepi pantai sambil ditemani suara ombak dan serangga yang beterbangan hinggap ke lilin tentu saja.

Sarapan Pagi di Warung yang Sama
Seperti sudah menaruh kepercayaan dan malas untuk mencoba tempat yang baru, keesokan harinya kami mampir kembali ke warung yang sama untuk membeli sarapan pagi. Kali ini kami tidak memesan menu ikan lagi akibat food coma semalam. Kami memesan nasi pecel dan sebutir kelapa muda untuk menu sarapan.


Menu pecelnya pun terdiri dari racikan bahan-bahan yang sederhana. Isinya terdiri dari sayur bayam dan kacang panjang yang direbus, diberi potongan mentimun, lalu diberi sambel pecel, terakhir ditambah dengan potongan tempe dan tahu yang dimasak kuah kental seperti sayur terik. Untuk lauknya diberi telur ceplok dan kerupuk berwarna merah. Jujur saja kerupuk merah ini jika di daerah saya kurang begitu diminati, namun di Papuma ini, rasa kerupuk tersebut begitu nikmat disantap dengan nasi pecel. Kerupuknya terasa sedikit manis dan tidak terlalu gurih. Sambal pecelnya juga nikmat, dominan rasa pedas dan gurih khas pecel Jawa Timuran. Kami pun makan nasi pecel tersebut dengan lahap karena rasanya yang nikmat.

Satu porsi nasi pecel dihargai Rp 10.000,00 saja. Cukup murah menurut saya karena sudah diberi lauk telur ceplok. Porsinya pun cukup banyak dan membuat kami kenyang. Pokoknya kalau ke Papuma, jangan lupa mampir ke Warung Sederhana yang dikelola oleh Mbak Ul ini ya !

No comments:

Post a Comment

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com