Monday, August 1, 2016

Romantisme Dalam Secangkir Kopi Jo

Lapak yang cukup unik dan nyentrik berhasil mengalihkan pandangan saya ketika berjalan-jalan di acara Pasar Kangen Jogja 2016. Lapak terbuat dari kayu besar dengan kuali gerabah yang dipanasi dengan tungku berisi arang menjadi pemandangan menarik di stand ini. Cangkir enamel berbahan seng digantung di sisi atas lapak semakin menambah suasana meriah. Aroma wangi yang khas pun langsung semerbak tercium begitu mendekati stand ini. Kopi Jo, salah satu stand yang menjual kopi dan teh tarik dengan aroma dan cita rasa yang khas, yang hanya bisa ditemui pada event-event tertentu saja yang digelar di Yogyakarta.


Adalah Johanes Joana Jaya dan Olivia, sepasang suami istri pemilik kedai Kopi Jo ini. Om Jo dan Tante Oliv, begitu sapaan akrab pemilik Kopi Jo ini, dengan ramah dan sigap melayani langsung pembeli yang memesan minuman di kedai ini. Menu andalan mereka adalah kopi dan teh tarik. Keistimewaan Kopi Jo tentu saja dari racikan. Kopi dan teh yang disajikan dicampur dengan rempah-rempah tertentu sehingga menghasilkan aroma yang khas. "Untuk menu kopi, biasanya kami menggunakan campuran kopi, susu dan resep rahasia !", begitu kilah Om Jo ketika berbincang dengan para pembeli yang bertanya tentang bahan apa saja yang digunakan untuk meracik kopi buatannya.



Selain aroma dan cita rasa, keunikan lain dari Kopi Jo ini adalah dari cara memasak dan penyajiannya. Om Jo menggunakan kuali tanah liat yang dipanaskan menggunakan tungku dengan bahan bakar arang. Kopi, susu dan bumbu rempah dijerang di dalam kuali yang dipanaskan atas tungku arang. Menurut Om Jo, cara memasakan seperti ini akan membuat aroma kopi menjadi lebih khas. Kopi yang usai dijerang di atas tungku kemudian disajikan ke dalam cangkir enamel yang terbuat dari bahan seng sehingga terkesan bergaya jadul. Om Jo sengaja menggunakan kopi berjenis robusta agar cita rasanya tidak terlalu asam sehingga orang yang menikmatinya tak perlu khawatir jika lambung mereka tak kuat dengan efek asam yang dihasilkan oleh kopi.


Selain menu kopi dan teh tarik, Kopi Jo juga memiliki satu menu istimewa yaitu kopi fermentasi. Butuh keberuntungan untuk bisa mencicipi kopi fermentasi ini karena tidak setiap saat tersedia. "Tergantung stok, karena tak semua proses fermentasi bisa menghasilkan kopi yang diinginkan", begitu kata Om Jo ketika menjelaskan tentang kopi fermentasi buatannya itu. Kopi fermentasi ini memiliki cita rasa yang sedikit "lebih berat" dan aroma yang sangat khas, seperti ada campuran air tape, begitu kilah teman saya ketika pertama kali mencicipi kopi fermentasi ini. Untuk menikmati secangkir Kopi Jo, kalian cukup merogoh kocek sebesar Rp 10.000,00 saja per-cangkirnya. Kopi nikmat dan obrolan hangat bisa kalian dapatkan di lapak Kopi Jo ini


Pelanggan Kopi Jo kebanyakan adalah para seniman dan orang-orang yang rajin menyambangi event- event yang diadakan di Jogja. Suasana akrab sangat terasa antara penjual dan pembeli yang menyambangi Kopi Jo ini. Om Jo dan Tante Oliv salalu menanggapi setiap pertanyaan pembeli dengan ramah dan antusias. Selain menyeruput secangkir kopi yang nikmat, pembeli pun dapat berbincang dengan akrab. Saya pun berbincang dengan Tante Olivia, menanyakan apakah Kopi Jo sudah memiliki lapak yang berlokasi tetap sehingga bagi siapa saja yang kangen dengan cita rasanya, dapat langsung bertandang ke sana. Dari Tante Olivia saya mengetahui bahwa Kopi Jo masih berjualan dari satu event ke event yang lain. Dahulu mereka memiliki kedai di bilangan Jalan Damai, namun sekarang sudah tutup. Beliau mengatakan untuk saat ini, Kopi Jo dapat dinikmati di acara Jazz Mben Senen yang diadakan rutin diadakan setiap hari Senin di Bentara Budaya. "Doakan saja biar cepet dapet tempat yang fix ya, biar penggemar Kopi Jo bisa menikmati kopi ini kapan saja nantinya", ucap tante Olivia menutup obrolan hangat di acara Pasar Kangen Jogja.

keterangan :
Kopi Jo buka secara regular di acara Jazz Mben Senen yang diselenggarakan setiap hari Senin di Bentara Budaya Jogja. Untuk update informasi mengenai Kopi Jo, silahkan follow akun twitter mereka di @KopiJo_

4 comments:

  1. Itu satu nampan kok ada 2 kopi? *eyaaa
    Sayang banget kopi jo belum punya tempat tetap ya? kemarin ke pasar kangen belum sempet nyicipin kopi jo soalnya uyel-uyelan keburu sumuk :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan lebih enak ngopi berdua daripada sendirian #eaaaa :P
      iya, katanya masih nyari tempat yang enak, sementara masih jualan dari event ke event sih, regularnya tiap Senin malam di Bentara Budaya kalau mau nyicipin :D

      Delete
  2. yg aku suka bentuk cangkirnya, epic banget nuansa jadulnya berasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, cita rasa kopinya khas, ownernya juga baik, asyik diajak ngobrol :D

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com