Friday, August 23, 2013

Icip-Icip Masakan Rumahan ala Warung Bu Ageng

Ada kalanya saya merasa kangen dengan masakan tradisional Indonesia di tengah keberadaan warung makan yang menyajikan menu-menu western yang cukup gencar bermunculan di Yogyakarta akhir-akhir ini. Terletak di kawasan Tirtodipuran yang terkenal dengan cafe dan resto yang bernuansa western, terdapat sebuah warung makan yang menyajikan masakan khas Indonesia, khususnya masakan Jawa dan mix Kalimantan. Warung makan Bu Ageng milik budayawan Butet Kertaredjasa ini patut dijadikan rekomendasi tempat makan ketika sedang kangen dengan masakan rumahan.


Pemberian nama Bu Ageng sendiri terinspirasi oleh istri mas Butet Kertaredjasa, yaitu ibu Rulyani Isfihana. Konon nama Bu Ageng merupakan sapaan akrab dari cucu-cucu beliau. Sesuai dengan misinya, warung makan Bu Ageng ini memang ingin menonjolkan keaslian kelezatan masakan rumahan khas nusantara di tengah merebaknya tempat makan yang menyajikan menu makanan bernuansa western.

Thursday, August 22, 2013

Buah Mentega yang Semakin Langka

Bentuknya bulat pipih dengan warna merah sedikit kusam, melihat penampulannya sekilas mirip seperti buah apel, namum kulit buahnya memiliki bulu-bulu halus seperti beludru. Buah bisbul atau biasa disebut dengan buah mentega, merupakan salah satu buah yang tergolong cukup langka keberadaannya. Buah ini jarang ditemui di pasaran, maka tidak heran jika banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan buah yang satu ini.


Semenjak masih kecil saya sudah dikenalkan dengan buah yang satu ini. Eyang saya di daerah Magetan memiliki pohon buah mentega ini. Setiap kali saya berkunjung ke rumah eyang, buah ini selalu menjadi incaran saya. Namun, beranjak memasuki bangku SMA hingga kuliah sekarang, saya jarang menemukan buah mentega ini. Kata paman saya sih karena anomali cuaca yang cukup ekstrim sekarang ini menjadikan pohon mentega menjadi jarang berbuah.

Tuesday, July 23, 2013

Mengelilingi Tempat-Tempat Bersejarah ala Surabaya Heritage Track

Tidak lengkap rasanya mengunjungi Museum House of Sampoerna tanpa mengikuti tour yang diselenggarakan oleh Surabaya Heritage Track. Surabaya Heritage Track merupakan fasilitas yang diberikan oleh House of Sampoerna secara gratis untuk berkeliling menikmati tempat-tempat bersejarah di Kota Surabaya menggunakan sebuah bus khusus. Siapa pun dapat menikmati tour ini secara gratis, dengan terlebih dahulu mendaftar di Tracker Information Center yang terletak di sebelah A Cafe di kompleks House of Sampoerna.


Beruntung sore itu saya dan Kak Anna dapat mengikuti tour yang diadakan oleh Surabaya Heritage Track. Pukul 14.35 kami bergegas untuk mendaftar di bagian Tracker Information Center untuk mengikuti tour pada pukul 15.00. Seorang pemandu yang cukup ramah menemani kita sepanjang perjalanan sambil menceritakan sejarah tempat-tempat yang kita lewati sepanjang tour. Pada saat weekend, tour yang diadakan termasuk ke dalam long trip dengan durasi waktu sekitar 1.5 sampai 2 jam perjalanan. Dari House of Sampoerna, bus melaju menyusuri bangunan penjara Kalisosok yang terkenal cukup menyeramkan. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1850 ini dahulu digunakan untuk tempat para tahanan sejak jaman penjajahan Belanda. Namun, sejak tahun 2001, penjara tersebut dikosongkan dan para tahanan dipindahkan ke Lapas Porong. Bangunan ini pun kosong dan hanya terlihat grafiti-grafiti yang menghiasi dinding pagar bangunan penjara ini.

Wednesday, July 17, 2013

Legomoro - Jajanan Berfilosofi dari Kotagede

Kotagede memang dikenal sebagai sentra kerajinan perak di Yogyakarta. Selain perak, tempat ini juga dikenal sebagai "kota tua"nya Jogja karena masih menyimpan banyak bangunan kuno yang memiliki corak khas arsitektur Jawa yang hingga kini masih terjaga keberadaannya. Tak hanya perak dan juga bangunan tuanya, Kotagede juga memiliki beberapa makanan tradisional yang hingga kini masih dapat kita temukan.


Tak hanya kipo yang rasanya manis gurih, Kotagede juga memiliki jajanan pasar yang bernama legomoro. Melihat komposisi bahannya, legomoro ini hampir serupa seperti lemper, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Bahan pembuatan legomoro terdiri dari campuran beras ketan, santan, dan cacahan daging. Beras ketan yang sudah dimasak dengan santan kemudian dibungkus dengan daun pisang dan diberi cacahan daging di bagian tengah adonan. Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang, dibentuk segi empat memanjang, dan diikat dengan tali bambu, lalu dikukus sampai matang. Di dalam penyajiannya, satu ikat tali bambu ini biasanya terdiri dari tiga atau empat buah legomoro.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com