Showing posts with label Baluran. Show all posts
Showing posts with label Baluran. Show all posts

Monday, December 15, 2014

Menikmati Suasana Pagi di Pantai Bama, Situbondo

Minimnya pasokan listrik dan tidak adanya sinyal provider selular terkadang membuat kita uring-uringan. Namun, pemandangan alam yang ditawarkan serta ketenangan yang kita dapatkan, membuat kita lupa dengan minimnya fasilitas yang ada.

Keheningan suasana di sekitar Pantai Bama pagi itu tiba-tiba saja pecah oleh suara kawanan monyet ekor panjang yang berlarian menuju pantai yang sedang surut. Saya tak tau pasti berapa banyak jumlahnya, mungkin puluhan, atau bahkan ratusan ekor yang tiba-tiba saja berhamburan dari dalam hutan. Saya sedang duduk di tepi pantai menanti matahari terbit pun mendadak panik, kemudian berlari menuju ke dalam cottage lalu mengunci pintu. Padahal pagi itu masih cukup gelap, masih sekitar pukul empat. Dari balik kaca jendela saya mencoba mengamati perilaku macaca di pagi buta.


Ada perilaku unik dari kawanan monyet ekor panjang ini di kala pagi di Pantai Bama. Mereka berlarian menuju pantai Bama yang sedang surut untuk mencari makan. Mereka mencari kepiting kecil, udang atau ikan-ikan kecil yang bersembunyi di celah-celah batu karang dengan cara memancing menggunakan ekor mereka. Ada pula beberapa macaca yang terlihat memakan rumput laut segar. Saya yang dari tadi panik pun kembali tenang. Kawanan macaca ini tidak tertarik dengan pengunjung yang datang, melainkan hanya mencari makan di pantai yang sedang surut. Padahal jika hari sudah menjelang siang, biasanya kawanan macaca ini cukup agresif kepada pengunjung yang datang di Pantai Bama, terlebih kepada pengunjung yang datang membawa makanan pasti akan menjadi incaran mereka.

Tuesday, November 25, 2014

(Terpaksa) Safari Malam di Baluran

Ini kali kedua saya mengunjungi Taman Nasional Baluran di tahun yang sama. Perjalanan pertama saya memang memberikan banyak kesan, namun masih menyisakan rasa penasaran akan suasana little Africa yang menjadi primadona. Kunjungan pertama saya di bulan Mei belum terlalu memberikan nuansa "Afrika" karena rerumputan dan pepohonan masih nampak cukup hijau. Kata Pak Iman, tukang ojek yang kami sewa jasanya waktu itu bercerita jika ingin mencicipi suasana gersang ala Afrika, datanglah pada musim kemarau yang jatuh sekitar bulan Oktober sampai November, di mana Baluran sedang kering-keringnya !

Negosiasi di Pintu Kedatangan
Kami tiba di Baluran jelang tengah malam. Kali ini saya merasa penjagaan di pintu gerbang cukup ketat dari kedatangan pertama saya. Kami pun bertanya mengenai kondisi di Baluran sekarang, apakah bisa dikunjungi oleh wisatawan, mengingat ada berita yang menyebutkan bahwa beberapa Taman Nasional di Indonesia mengalami kebakaran karena musim kemarau yang panjang sehingga akses untuk menuju ke sana ditutup bagi wisatawan. Dari informasi petugas pula saya tahu jika fasilitas penginapan di dalam Taman Nasional Baluran sudah dibuka kembali bagi wisatawan. Namun, bagi wisatawan yang ingin menginap di dalam Taman Nasional diwajibkan untuk melakukan reservasi sebelumnya dan memberikan kabar jam kedatangan mereka. Jam masuk pengunjung menuju ke dalam Taman Nasional Baluran paling sore adalah pukul empat. Lebih dari jam yang ditentukan masih bisa diperbolehkan masuk ke dalam, dengan catatan pengunjung harus memberikan kabar kira-kira jam kedatangan mereka di gerbang Taman Nasional Baluran pukul berapa agar dapat dikoordinasikan dengan petugas yang berjaga di dalam Taman Nasional, serta tak lupa wajib melakukan reservasi penginapan jauh-jauh hari sebelumnya.

Friday, June 6, 2014

Bertemu Kawanan Hewan Liar di Baluran

Bertemu hewan liar di alam lepas tentu saja menjadi sebuah pengalaman tersendiri yang cukup menyenangkan. Biasanya kebun binatang menjadi alternatif tempat untuk melihat berbagai jenis satwa, namun mereka semua berada di dalam kandang, bukan di alam bebas yang luas. Berbeda dengan Taman Nasional Baluran yang menawarkan pengalaman melihat kawanan hewan liar hidup bebas di alam lepas.


Usai menikmati Pantai Bama, Pak Sukir, tukang ojek yang kami sewa memberi tahu bahwa beliau melihat kawanan rusa yang sedang beristirahat di semak-semak tak jauh dari Pantai Bama ini. Tanpa berpikir panjang saya pun meminta beliau untuk menemani kami menuju ke lokasi. Benar saja, di balik semak-semak terdapat puluhan rusa yang sedang beristirahat, sebagian besar merupakan rusa kecil yang masih anak-anak. Rasanya gemas ingin melihat rusa-rusa tersebut dari dekat, namun Pak Sukir menyarankan agar kami tetap menjaga jarak agar rusa-rusa tersebut tidak kabur ke dalam hutan sehingga kami tidak bisa mengamati mereka.

Monday, June 2, 2014

Pantai Bama - Melepas Lelah Usai Menjelajah Padang Savanna

Jalan setapak berdebu dan berbatu membentang sepanjang kurang lebih tiga kilometer membelah padang savanna. Udara yang panas nan kering tetap setia menjadi teman perjalanan selama berkelana. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang yang nekat untuk memutuskan jalan kaki dari savanna Bekol menuju Pantai Bama. Panas, kering, berdebu, namun pemandangan selama perjalanan memang bisa menjadi obat lelah yang mujarab. Sebuah goresan kuas Sang Hyang Widhi yang maha sempurna, komposisi dari pemandangan savanna, pepohonan yang beraneka rupa, dengan Gunung Baluran sebagai latar belakangnya.


Laju motor kembali saya hentikan ketika memasuki hutan menjelang gerbang masuk Pantai Bama. Saya melihat deretan pohon yang menjulang tinggi bak salah satu scene film Avatar. Tumbuhan sejenis pohon lontar ini memberikan pemandangan cantik dengan latar belakang langit biru yang bersih. Beberapa pohon nampak sudah tidak memiliki daun, hanya terlihat butiran biji-biji dengan jumlah yang cukup banyak di bagian dahan. Menurut Pak Sukir, tukang ojek yang mengantar kami, pohon sejenis lontar inilah yang mendapat julukan "mati satu tumbuh seribu". Jika pohon induk mati, maka akan muncul banyak tunas baru yang berasal dari biji-biji pohon yang jatuh ke tanah. Usai menikmati pemandangan pohon "mati tumbuh seribu" ini pun perjalanan kami lanjutkan menuju Pantai Bama yang memiliki deburan ombak yang cukup tenang.

Sunday, May 18, 2014

Taman Nasional Baluran - Secuil "Afrika" di Tanah Jawa

Image pariwisata Jawa Timur memang tidak bisa dilepaskan oleh pesona Gunung Bromo yang sudah mendunia. Baik pelancong lokal maupun internasional seolah dibuat penasaran dengan pesona matahari terbit serta keindahan pemandangan pegunungan yang ditawarkan.

Jika ditelisik lebih dalam, tak hanya Bromo saja yang memiliki pesona keindahan alam yang mempesona, beberapa Taman Nasional di Jawa Timur pun memiliki pemandangan yang tak kalah elok juga. Salah satunya adalah Taman Nasional Baluran di Situbondo yang menawarkan secuil suasana Afrika di tanah Jawa.




Sepiring nasi campur dan es teh manis pun menjadi pengisi tenaga sebelum memulai penjelajahan di Taman Nasional Baluran pagi ini. Tak lupa kami memesan sebungkus nasi beserta lauk sebagai bekal makan siang selama menjelajahi Taman Nasional nanti.

Sedikit repot memang, namun tidak lucu saja rasanya jika nanti kelaparan di tengah penjelajahan. Belum lagi informasi dari pemilik homestay yang mengatakan bahwa warung makan di Pantai Bama sedang tutup karena menunggu perpanjangan izin dari pusat yang entah kapan akan datang. Keputusan yang tepat jika kami memilih untuk menyiapkan perbekalan guna berjaga-jaga.

Tuesday, May 13, 2014

Perjalanan dari Jogja Menuju Taman Nasional Baluran

Jika Anda mempunyai mimpi mengunjungi padang sabana di Afrika, tak ada salahnya mencicipi suasana Little Africa yang ada di negeri Indonesia tercinta. Tak salah memang jika Taman Nasional Baluran yang berada di Kabupaten Situbondo memiliki julukan sebagai little Africa atau Africa van Java karena suasana taman nasional tersebut memiliki kesamaan suasana alam seperti di Afrika sana.


Pada perjalanan kali ini saya berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Baluran yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Perjalanan menuju Taman Nasional Baluran memang memakan waktu yang cukup panjang namun sebanding dengan pengalaman berada di tengah-tengah alam liar yang ditawarkan. Pemandangan hamparan sabana yang luas dengan latar belakang pegunungan seolah menjadi pelepas lelah setelah menempuh perjalanan darat yang memakan waktu seharian. Belum lagi vegetasi hutan yang masih cukup rapat dengan pemandangan kawanan satwa liar berkeliaran di padang rumput untuk mencari makan menjadi pelepas lelah di sore hari. Sungguh sebuah pengalaman menarik bagi Anda penikmat pemandangan alam dan kawanan satwa liar

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com