Monday, July 24, 2017

Where To Stay : Midtown Xpress Demangan Yogyakarta

Area parkir mobil yang "mungil" menyambut kedatangan saya di Hotel Midtown Xpress Demangan Yogyakarta siang itu. Petugas keamanan yang berjaga dengan sigap memberi aba-aba untuk parkir kendaraan, lalu mempersilahkan saya untuk masuk menuju ruang lobi utama tempat resepsionis berada.


Suasana minimalis modern namun masih terasa "njawani" dapat saya rasakan saat memasuki lobi. Aksen hiasan jawa yang dipajang di dekat bagian resepsionis memberikan kesan suasana "Jogja" yang ngangeni.

Setelah mengkonfirmasi pesanan, saya pun mendapatkan kunci smart card lengkap dengan password wifi, di mana sebelumnya saya meninggalkan uang deposit sebesar Rp 50.000,- sebagai jaminan yang akan dikembalikan setelah saya check out nanti.

Friday, June 23, 2017

Red Planet Hotels Solo - Best Budget Hotel di Pusat Kota Bengawan

Tidak dipungkiri lagi jika penginapan menjadi salah satu kebutuhan bagi para traveler saat melakukan perjalanan. Pilihan fasilitas yang disediakan, lokasi, serta budget biasa menjadi pertimbangan mendasar bagi seseorang saat memilih penginapan. Nah, di Kota Solo ada salah satu hotel yang bisa jadi pertimbangan untuk menginap yaitu Red Planet Hotel Solo.


Sapaan ramah dan senyum para resepsionis  langsung menyambut kedatangan saya begitu memasuki bagian lobi Red Planet Hotels. Ruangan ini didominasi cat warna merah berlatar belakang hitam yang memberi suasana kontras namun masih terasa meriah. Ruangan lobi dengan furnitur kursi minimalis yang diletakkan di bagian sudut ruangan memang langsung memberi kesan jika penginapan ini terasa dinamis dan fungsional.

Friday, May 19, 2017

Mamahke Jogja - Buah Tangan Istimewa dalam Balutan Cake Penuh Citarasa

Geliat bisnis kuliner di Yogyakarta nampaknya masih begitu bergairah dengan pangsa pasar yang masih terbuka luas. Inovasi demi inovasi terus dihadirkan para pegiat bisnis kuliner baik dalam variasi menu, rasa dan juga suasana tempat untuk merebut hati dan menarik minat para pembeli. Kuliner-kuliner baru datang silih berganti siap memanjakan lidah para penikmatnya.


Luasnya peluang bisnis kuliner di Yogyakarta, cukup merebut perhatian pasangan artis dan sutradara kenamaan yaitu Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo untuk terjun meramaikan kanca perkulineran di Kota Pelajar ini. Pasangan ini memiliki ide untuk membuka bisnis kuliner berupa oleh-oleh dalam bentuk cake yang juga bisa digunakan sebagai makanan penutup (desert) dengan brand Mamahké Jogja.

Thursday, March 23, 2017

Mandi Pagi Merasakan Kesegaran Air Terjun Jagir Banyuwangi

Semilir angin pagi menyambut pagi kami di area penginapan Desa Wisata Using, tempat kami bermalam selama berada di Banyuwangi. Tempat ini sengaja kami pilih mengingat lokasinya berada di kawasan Desa Kemiren, tempat diselenggarakannya acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang menjadi agenda utama kami berkunjung ke Banyuwangi. Pagi ini kami akan diajak oleh mas Alan, pemilik blog www.catatannobi.com untuk menikmati kesegaran Air Terjun Jagir yang berlokasi di Kampung Anyar, sekitar sepuluh menit perjalanan dari Desa Kemiren.


Perjalanan dari Desa Kemiren menuju Air Terjun Jagir melewati jalanan yang sedikit menanjak dengan pemandangan hamparan sawah yang sedang mengijau. Akses jalan pun sudah sangat baik, dengan aspal halus yang menemani kami sepanjang perjalanan.

Nampak keriuhan para petani yang sedang berangkat menuju sawah, rombongan siswa-siswi yang berangkat menuju ke sekolah, serta orang-orang yang lalu lalang dengan kendaraan untuk memulai aktivitas harian.

Thursday, February 16, 2017

Grebeg Sudiro 2017 - Ketika Jawa dan Tionghoa Berakulturasi dalam Sebuah Acara Budaya

Suara iring-iringan alat musik simbal, tambur, dan gong mengalun dengan harmonis mengiringi para pemain barongsai yang sedang melakukan pemanasan menjelang perhelatan acara Grebeg Sudiro pada minggu siang itu (22/01/2017). Warga masyarakat pun sudah datang berduyun-duyun menuju kawasan Pasar Gede Harjonagoro untuk melihat perhelatan tahunan yang rutin diselenggarakan seminggu menjelang perayaan Imlek tersebut.

Suasana di sepanjang Jalan Urip Soemoharjo pun terasa semakin meriah. Deretan hiasan lampion yang dipasang di atas jalan, para peserta pawai Grebeg Sudiro yang mengenakan kostum beraneka rupa dengan warna cerah, tak lupa warga masyarakat yang tumpah ruah bersiap menyaksikan acara. Meskipun awan mendung nampak menggelayut di atas mega, namun tak mengurangi semangat para warga dan peserta untuk memeriahkan acara Grebeg Sudiro yang sudah memasuki satu dasawarsa penyelenggaraannya di tahun ini.


Grebeg Sudiro merupakan sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh masyarakat di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu kawasan pecinan di Kota Bengawan. Banyak warga Tionghoa peranakan yang sudah tinggal dan menetap begitu lama di kawasan ini serta hidup membaur dan berdampingan dengan warga pribumi lainnya.

Layaknya grebeg dalam tradisi Jawa, beberapa gunungan pun juga dipersiapkan oleh warga untuk dikirab dan dibagikan pada akhir acara nantinya. Acara grebeg dalam tradisi Jawa identik dengan gunungan berupa hasil bumi seperti sayur-mayur dan umbi-umbian. Namun, dalam acara Grebeg Sudiro ini, gunungan yang disiapkan tak hanya berupa hasil bumi saja, namun juga ada makanan tradisional seperti kue keranjang, bakpia Balong, onde-onde, bolang-baling, gembukan, bakpao yang merupakan jajanan khas peranakan.

Monday, January 9, 2017

Tahun Baru - Sebuah Refleksi dan Resolusi

Tak terasa ya, kita sudah kembali menginjak tahun yang baru, tahun 2017, tahun ayam api dalam tradisi Tionghoa. Satu tahun rasanya begitu cepat berlalu. Tentu banyak cerita, pengalaman dan pencapaian hidup yang kita peroleh di tahun 2016 lalu. Bak sebuah tradisi, awal tahun biasanya identik dengan kegiatan untuk merefleksi diri atas pencapaian yang telah kita peroleh di tahun sebelumnya serta tak lupa membuat daftar resolusi yang ingin dicapai di tahun baru ini.

Tahun 2016 lalu menjadi tahun yang cukup gonjang-ganjing dalam perjalanan hidup saya #halah. Sudah satu tahun lebih saya masih berjuang dan berjibaku ke sana kemari mencari pekerjaan tetap setelah menyelesaikan bangku perkuliahan. Berulang kali mengikuti test seleksi karyawan di beberapa perusahaan namun harus terhenti karena gagal di tengah jalan. Awalnya saya masih merasa berat hati dalam menerima kenyataan, namun akhirnya, sedikit demi sedikit saya mulai bisa belajar untuk legowo dengan kenyataan. Ya, anggap saja mungkin memang belum rejekinya di situ. Perlahan-lahan saya mulai bisa belajar "ikhlas" ketika apa yang saya ingin capai dan dapatkan ternyata belum bisa kesampaian. Mungkin saya harus berusaha lebih keras lagi untuk ke depan.


Awal tahun 2016 juga menjadi salah satu tahun yang tak terlupakan bagi saya. Melewatkan malam pergantian usia ke dua puluh enam di dalam perjalanan bus antar kota dari Jogja menuju Surabaya (kemudian terngiang lagu Never Grow Old -nya The Cranberries). Bukan perjalanan untuk jalan-jalan, melainkan untuk mendaftar lamaran pekerjaan di Kota Pahlawan tersebut. Merayakan malam pergantian usia dalam suasana sedikit prihatin, antri di antara kerumunan para pencari kerja lainnya, berdiri seharian dari pagi sampai sore untuk memverifikasi berkas lamaran yang saya ajukan ke perusahaan. Well, pengalaman tersebut menjadi kado sekaligus kenangan terindah di hari ulang tahun yang tak akan pernah saya lupakan.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com