Thursday, November 24, 2011

Candi Barong - Keheningan di Atas Perbukitan


Setelah mengublek-ublek Candi Banyunibo, penjelajahan saya lanjutkan kembali menyusuri perbukitan menuju Candi Barong. Berbekal dengan petunjuk arah yang diberikan oleh satpam yang menjaga kompleks Candi Banyunibo, saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, tentu saja saya meminta izin kepada satpam untuk menitipkan motor saya. Saya berjalan kaki menyusuri jalan di perkampungan dan naik ke atas bukit melewati ladang-ladang milik penduduk.



Untuk menuju Candi Barong jalur yang dilewati sama seperti menuju Candi Banyunibo. Dari simpang empat petunjuk arah lurus saja hingga memasuki gapura Dusun Cepit. Dari gapura Desa Cepit lurus saja melewati jalan aspal desa hingga mentok pertigaan, lalu belok ke kiri (arah utara) hingga ujung jalan. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak menaiki bukit kecil. Bukit ini cukup menanjak jalannya, disarankan untuk menyiapkan stamina dan minuman yang cukup karena perjalanan menaiki bukit cukup menguras tenaga. Saya cukup ngos-ngos-an menaiki bukit ini. 


Candi Barong terletak diperbukitan Batur Agung, secara administratif terletak di Dusun Candi Sari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dinamakan Candi Barong karena pada setiap sisi tubuh candi terdapat hiasan kala yang menyeruapi singa atau barong. Candi Barong merupakan salah satu candi yang bercorakkan agama Hindu, digunakan untuk menyembah Dewa Wisnu. Di candi tersebut juga ditemukan arca Dewi Sri yang merupakan istri dari Dewa Wisnu. Diperkiraan candi ini digunakan untuk pemujaan yang berhubungan dengan kesuburan, mengingat kondisi tanah di sekitar yang tidak subur.






Kompleks Candi Barong terdiri dari dua buah bangunan candi yang menghadap ke arah barat. Bangunan candi tersebut identik dan tidak memiliki pintu masuk. Hal yang membedakan keduanya adalah hiasan yang ada di bangunan candi, yang pertama diduga digunakan untuk pemujaan Dewa Wisnu dan bangunan kedua digunakan untuk pemujaan Dewi Sri. Di antara bangunan kedua candi, terdapat sebuah bangunan yang saya kira seperti sebuah pintu gerbang untuk memasuki kompleks bangunan candi tersebut. Secara keseluruhan, Candi Barong terdiri dari tiga buah halaman. Halaman ketiga merupakan kompleks paling tinggi dan dianggap paling suci di mana bangunan kedua candi tersebut berada, halaman kedua hanya berupa bangunan umpak, yang sekarang lebih mirip seperti sebuah alun-alun atau lapangan, dan halaman pertama tidak ditemukan struktur bangunan. Candi Barong cukup unik, karena candi ini terletak di kompleks bagian belakang, berbeda dengan candi-candi lainnya yang terletak di bagian depan.


Ketika berjalan menaiki bukit, dari kejauhan kita dapat melihat bangunan Candi Banyunibo dari atas bukit. Di sekeliling jalan setapak terdapat ladang-ladang penduduk. Keadaan tanah di ladang-ladang ini memang terlihat cukup tandus, hanya terdapat beberapa tanaman dan rumput-rumput ilalang. Ketika saya mengunjungi candi ini, petugas yang berjaga sedang tidak ada sehingga saya tidak ditarik retribusi.


Candi Barong dapat Anda jadikan sebagai salah satu destinasi untuk Anda kunjungi, terutama yang tertarik dengan wisata bangunan bersejarah. Selain menawarkan kemegahan bangunan candi, di sekitar lokasi juga menyuguhkan pemandangan yang cukup indah dari atas perbukitan. Letaknya yang berada di atas perbukitan menjadikan candi ini memiliki suasana yang cukup hening, semakin membuat syahdu ketika kita menikmati pemandangan alam di sekitar

No comments:

Post a Comment

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com