Saturday, April 7, 2012

Gunung Api Purba Nglanggeran - Menapaki Gagahnya Gunung Api Vulkanik yang Telah Mati



Keindahan alam kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta memang seakan tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Potensi wisata yang dimiliki oleh Gunung Kidul memang tidak hanya sebatas hamparan pantai pasir putihnya yang memanjang sepanjang pesisir selatan, melainkan ada keindahan alam lainnya yang sayang jika tidak Anda jelajahi. Di balik kondisi kahan yang tandus, Gunung Kidul memiliki banyak goa-goa yang sekarang mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata, salah satunya yang cukup terkenal sekarang adalah Cave Tubing Goa Pindul. Tidak hanya hamparan pantai dan deretan goa-goa saja yang terhampar di wilayah Gunung Kidul ini, namun ada satu destinasi wisata yang cukup unik yaitu sebuah gunung api yang tidak aktif lagi yang lebih dikenal dengan nama Gunung Api Purba Nglanggeran yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul.



Gunung Api Purba Nglanggeran ini adalah salah satu destinasi wisata bagi Anda yang menyukai wisata alam maupun wisata petualangan. Anda dapat melakukan tracking mendaki sampai puncak gunung ini dalam waktu 1,5 sampai dengan 2 jam. Menarik bukan? Biasanya kegiatan mendaki gunung memerlukan waktu yang cukup lama namun di Gunung Api Purba Nglanggeran ini Anda dapat mendaki gunung dalam waktu yang cukup singkat. Tak perlu khawatir dengan medan yang terjal dan curam, karena penduduk sekitar sudah membuat jalan untuk jalur tracking dan dilengkapi dengan tali untuk mempermudah perjalanan naik maupun turun bukit.


Gunung Api Purba Nglanggeran ini memiliki pemandangan yang sangat unik. Kita dapat melihat hamparan batu-batu dengan ukuran yang sangat besar yang kokoh berdiri. Batuan-batuan ini terbuat dari material vulkanik tua yang dahulu merupakan bekas dari gunung api yang aktif, yang terlihat dari warnanya yang hitam legam. Ketika melakukan tracking mata kita akan dimanjakan dengan deretan bongkahan batu-batu raksasa yang sebagian diselimuti tanaman semacam lumut, pemandangan hamparan persawahan, dan juga samar-samar terlihat pemandangan kota Jogja dari atas bukit.


Untuk penjelajahan kali ini saya tidak sampai di puncak gunung karena waktu sudah semakin senja. Saya dan kawan-kawan hanya berhasil sampai di pos satu, kemudian istirahat sambil menikmati hamparan sawah dan pemandangan dari atas bukit, sambil berfoto-foto ria. Cukup menguras tenaga memang ketika tracking menapaki batu-batu di Gunung Api Purba Nglanggeran ini, namun semua terbayarkan ketika kita melihat pemandangan yang sangat cantik dari atas bukit. Ada satu rute yang sangat menantang yaitu ketika kita harus berjalan melewati celah di antara dua buah bukit batu menggunakan anak tangga dari kayu. Sangat menantang dan cukup menguras adrenalin.


Rute jalan untuk mencapai lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran ini cukup mudah ditempuh, disarankan menggunakan kendaraan pribadi untuk mempermudah akses menuju lokasi. Ada dua jalur untuk menuju lokasi ini, namun saya sarankan ambil saja jalur Jalan Jogja-Wonosari sampai melewati Bukit Patuk lurus saja sampai Bundaran Sambipitu (setelah jembatan) lalu ambil jalan ke kiri, lurus ikuti saja jalan beraspal halus sekitar 15-20 menit perjalanan hingga Anda tiba di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran.




Untuk memasuki kawasan ini ditarik retribusi Rp 3.000,00 per-orang pada siang hari atau Rp 5.000,00 per-orang pada malam hari (data bulan Maret 2012). Selain untuk kawasan tracking, Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran ini dapat juga Anda jadikan tempat camping dengan mendirikan tenda sembari menikmati hamparan bintang dan kerlipan lampu-lampu dari atas bukit pada malam hari.

Tips :

  • siapkan stamina yang cukup untuk melakukan tracking maupun pendakian di Gunung Api Purba Nglanggeran ini
  • gunakan pakaian yang nyaman dan bebas untuk bergerak
  • lebih disarankan menggunakan sandal gunung karena beberapa lokasi cukup licin dan berlumpur pada musim penghujan
  • jangan lupa siapkan perbekalan dan logistik yang cukup selama pendakian
  • jangan buang sampah sembarangan ya agar tidak mengotori lingkungan :)

2 comments:

  1. Replies
    1. saya juga masih penasaran dg yg dipuncak
      kemarin pas ke sana sudah terlalu sore

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com