Tuesday, February 12, 2013

Air Terjun Sri Gethuk - Mengalir Tanpa Mengenal Musim

Di antara hamparan tanah gersang khas daerah pegunungan kapur di wilayah Gunung Kidul, terdapat sebuah air terjun dengan debit air yang seolah tak pernah berhenti mengalir tanpa mengenal musim.


Pesona wisata alam Gunung Kidul seolah tidak pernah berhenti memberikan kejutan-kejutan bagi para wisatawan yang gemar menjelajahi keindahan alam. Wisatawan pun semakin dimanjakan dengan pilihan wisata alam yang beragam. Selain pesisir pantai dengan pasir putih yang menawan, Gunung Kidul memiliki air terjun yang cukup terkenal dan kini menjadi incaran bagi para wisatawan. Air Terjun Sri Gethuk, sebuah air terjun cantik yang mengalir di antara celah bebatuan kapur khas daerah pegunungan karst yang terkenal kering dan gersang. Air terjun ini selalu mengalir tanpa mengenal musim, bahkan ketika musim kemarau pun debit air masih tetap terjaga. Menurut kabar yang beredar, waktu terbaik untuk menikmati pesona Air Terjun Sri Gethuk ini adalah ketika musim kemarau karena keindahan bebatuan kapur bercampur dengan aliran air akan semakin terpancar.



Air Terjun Sri Gethuk terletak di Desa Wisata Bleberan, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Jarak tempuh untuk sampai ke lokasi sekitar 40 km dari Kota Jogja, atau memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kecepatan normal. Rute untuk menuju lokasi cukup mudah, tinggal susuri saja jalan Jogja-Wonosari sampai pada pertigaan lampu merah dekat lapangan terbang, lalu belok ke kanan ke arah Playen. Tinggal susuri saja jalan dan ikuti papan petunjuk arah untuk sampai di lokasi air terjun ini.


Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk memang penuh dengan sensasi. Beragam kondisi jalan akan kita lalui. Berawal dari jalan dengan aspal yang halus, hingga jalanan setapak yang terbuat dari campuran batu kerakal bercampur dengan tanah siap menantang nyali saat berkendara. Pemandangan hutan jati pun menjadi panorama yang setia menemani perjalanan hingga sampailah pada area kolam pemancingan yang sebagian berfungsi sebagai lahan parkir. Ada dua pilihan cara untuk mencapai area Air Terjun Sri Gethuk ini. Pilihan pertama adalah dengan berjalan kaki menyusuri deretan persawahan dengan pemandangan pohon kelapa yang cukup rindang. Pilihan kedua adalah melawan arus Sungai Oyo dengan menaiki rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas yang diberi papan di atasnya kemudian digerakkan dengan sebuah mesin. Perjalanan menggunakan jasa rakit memang pilihan yang tepat karena selain tidak membuat lelah, mata pun akan dimanjakan dengan pemandangan cantik di sepanjang ngarai Sungai Oyo ini.


Sebutan Green Canyon van Jogja rasanya tidak terlalu berlebihan jika diberikan kepada Air Terjun Sri Gethuk ini. Pemandangan deretan tebing-tebing karst yang menjulang serta hijaunya aliran sungai sepanjang perjalanan menuju air terjun ini memang tidak diragukan lagi keindahannya. Tak selang berapa lama setelah menaiki rakit, tibalah kita ke lokasi Air Terjun Sri Gethuk ini. Suara gemuruh air dari atas tebing pun yang memecah suasana hening di sepanjang perjalanan seolah menyambut kedatangan kita saat turun dari perahu.



Air Terjun Sri Gethuk termasuk sebuah air terjun yang cukup kecil. Secara kasat mata, air terjun ini terbagi menjadi tiga bagian yang terpisah oleh bebatuan dan rimbunnya pepohonan. Menurut saya, hal yang menjadi kecantikan dari air terjun ini bukan berasal dari air yang mengalir dari atas ketinggian, melainkan keindahan bebatuan yang berada di bawah air terjun. Bebatuan kapur yang teraliri oleh air ini sangat cantik, memiliki warna yang terang bak kristal. Aliran air yang tak pernah berhenti mengalir ini seolah memanggil siapa saja untuk bermain-main bersama. Anda dapat menikmati sensasi pijatan alami yang berasal dari aliran air terjun, atau berenang di dalam sebuah kolam mewah alami yang terbuat dari batuan karst yang kemudian mengalir ke dalam sungai. Tak perlu khawatir jika tidak bisa berenang karena penduduk setempat ada yang menjajakan jasa sewa pelampung dan ban. Menurut si penuturan penduduk setempat yang bertugas sebagai penjaga, Sungai Oyo yang berada di sekitar air terjun ini memiliki kedalaman hingga 10 meter. Bagi Anda yang suka tantangan, terjun ke dalam sungai dari atas ketinggian bebatuan pun dapat Anda jadikan pilihan yang cukup menantang. Anda pun juga bisa duduk bersantai sambil merendamkan kaki di aliran air dan menikmati hamparan pemandangan alam di sekitar Air Terjun Sri Gethuk ini. Suasana yang cukup hening dengan pemandangan yang menarik, membuat Air Terjun Sri Gethuk ini dapat Anda jadikan pilihan untuk melepaskan penat rutinitas harian.



Keberadaan Air Terjun Sri Gethuk ini konon juga tidak bisa dilepaskan dari adanya mitos yang menyertainya. Air terjun ini dahulu merupakan sebuah tempat yang cukup angker, di mana lokasi air terjun ini ditempati oleh sebangsa jin yang bernama Jin Anggo Meduro. Jin ini sangat menyukai kesenian Jawa khususnya gamelan. Penduduk setempat percaya bahwa lokasi air terjun ini digunakan oleh Jin Anggo Meduro untuk menyimpan instrumen alat musik kethuk yang merupakan salah satu instrumen musik yang digunakan dalam kesenian musik gamelan. Konon katanya, masyarakat setempat terkadang masih mendengar suara alunan musik gamelan dari arah air terjun ini pada saat-saat tertentu.



Terlepas dari mitos yang beredar, keindahan Air Terjun Sri Gethuk ini pantas untuk Anda jadikan agenda untuk berpetualang sekaligus melepaskan kejenuhan. Selain pemandangan cantik dari air terjun dan juga aliran Sungai Oyo, obyek wisata ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti warung makan sederhana yang siap menuntaskan rasa lapar dan dahaga. Jika Anda beruntung, deretan warung makan yang dikelola oleh penduduk setempat ini juga menjajakan makanan tradisional khas Gunung Kidul seperti gathot dan juga tiwul. Keberadaan Air Terjun Sri Gethuk seolah semakin menambah kelengkapan pilihan wisata alam di kawasan Gunung Kidul yang terkenal kering dan gersang.

keterangan :
tiket masuk Rp 5.000,00 /orang untuk tiket terusan Air Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencono
tiket perahu gethek Rp 10.000,00/orang untuk pulang-pergi
sewa ban atau pelampung Rp 5.000,00 untuk penggunaan sepuasnya

8 comments:

  1. Hmmmmmm .... bisa jadi alternatif nich kalo ke jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ke Jogja coba jelajahin daerah Gunung Kidul kak, banyak alternatif wisata baru di sini

      Delete
  2. Aku pernah ke air terjun sri gethuk tahun 2011, masih sepi banget, sedang dibangun jalannya. Sekarang udah keren gitu? Pengeeeenn!!! :|

    ReplyDelete
  3. bisa kasih info rumah makan yang deket lokasi wisata itu ga?
    thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau tempat makan silahkan hunting di Kota Wonosarinya mbak :)

      Delete
  4. terimakasih mas andika sudah berbagi pengalaman mengunjungi air terjun Sri Gethuk. Saya kemarin berkesempatan mengunjungi air terjun sri gethuk meskipun airnya tidak sebening di foto panjenengan. ijin mengutip mitos mengenai air terjun Sri gethuk ya mas, mau saya tulis di blog saya...terimakasih.

    ReplyDelete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com