Tuesday, March 20, 2012

Cave Tubing Goa Pindul - Menikmati Keindahan Goa Karst dengan Ban




Wisata minat khusus memang sedang mengalami peningkatan jumlah peminat saat ini. Salah satu wisata minat khusus yang sedang booming saat ini adalah wisata cave tubing di Goa Pindul, Gunung Kidul. Sebenarnya sudah banyak teman yang mengajak saya untuk menikmati dan merasakan serunya jelajah Goa Pindul ini, namun karena saya masih sedikit trauma dengan kejahanaman jalanan di sekitar Bukit Patuk, saya menolak ajakan teman-teman saya tersebut. Hingga pada akhirnya kemarin (14/3/2012) keberanian dan kenekatan saya muncul kembali setelah teman kost dan saudaranya yang datang jauh dari Kota Medan mengajak saya untuk menjelajahi Goa Pindul ini. Dengan menggunakan motor kesayangan saya, akhirnya saya mampu juga menakhlukkan jalanan menanjak di Bukit Patuk dengan lancar dan selamat.


Secara administratif, Goa Pindul terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Rute perjalanan untuk menuju lokasi cukup mudah dan akses jalan sudah teraspal dengan bagus. Jika Anda dari arah Jogja, langsung saja ambil jalan Jogja-Wonosari, melewati bukit bintang, dan terus saja ikuti jalan hingga sampai di Kota Wonosari. Sesampainya di Kota Wonosari cari saja lampu merah Bundaran Siyono, yaitu bundaran simpang empat yang di tengahnya terdapat bangunan air mancur, lalu belok saja ke kiri, ikuti jalan hingga menemukan simpang empat lampu merah, lalu lurus saja sampai menemui perempatan besar dan beloklah ke kiri, memasuki kawasan Desa Bejiharjo. Lurus saja ikuti jalan, lalu belok ke kanan, lurus hingga menemukan SMP lalu belok ke kiri lurus ikuti jalan, maka Anda akan sampai di kawasan wisata Gua Pindul ini. Tak perlu takut kesasar, karena ketika Anda memasuki kawasan Desa Bejiharjo akan ada beberapa pemuda yang siap mengantarkan Anda sampai di kawasan Goa Pindul dengan gratis. Pemuda-pemuda ini adalah penduduk Desa Bejiharjo yang memang "dipekerjakan" oleh pihak pengelola wisata Gua Pindul dan diberikan semacam tip dari pengelola agar mereka tidak sembarangan memungut biaya kepada pengunjung yang mereka antarkan sehingga citra pariwisata Goa Pindul dapat terjaga, hmmm sebuah kerjasama yang apik menurut saya.



Di kawasan wisata Goa Pindul ini terdapat beberapa operator yang siap mengantarkan Anda menjelajahi Goa Pindul ini. Untuk kali ini, saya menggunakan jasa Dewa Bejo sebagai operator yang menemani saya menjelajahi Goa Pindul ini. Dewa Bejo sendiri memiliki beberapa paket-paket wisata penjelajahan yang siap memuaskan adrenalin Anda. Paket-paket wisata tersebut antara lain adalah :

  • Paket A, yaitu paket Cave Tubing Goa Pindul sudah termasuk jasa pemandu, peralatan penelurusan, dan asuransi. Biaya untuk paket A ini adalah Rp 30.000,00 per-orang.
  • Paket B, yaitu paket penjelajahan Caving Goa Glatik sudah termasuk jasa pemandu, peralatan penelurusan, dan asuransi. Biaya untuk paket B ini adalah Rp 30.000,00 per-orang.
  • Paket C, merupakan paket River Tubing Sungai Oyo, sudah termasuk jasa pemandu, transportasi, dan asuransi. Biaya untuk paket C ini adalah Rp 45.000,00 per-orang.
Selain paket wisata tersebut, juga terdapat paket homestay bagi Anda yang ingin menginap di Desa Bejiharjo ini dengan biaya Rp 25.000,00 dan Rp 30.000,00 per-orang. Untuk petualangan pertama kali ini, tentu saja saya mengambil paket A untuk penjelajahan Goa Pindul. Goa Pindul sendiri merupakan objek wisata yang cukup baru, diresmikan sekitar tahun 2011 kemarin. Setelah kami memakai palampung dan sepatu khusus yang disediakan, mulailah kami berjalan kaki menuju lokasi Goa Pindul ini. Pemandu penjelahan goa adalah penduduk asli sekitar sehingga mereka sangat fasih menjelaskan tentang goa tersebut selama penjelajahan.




Goa Pindul memiliki panjang sekitar 300 meter yang terairi oleh air yang berasal dari sumber air di bawah tanah yang membentuk aliran seperti sungai. Kedalaman air yang ada di dalam goa bermacam-macam dari yang dangkal hingga kedalaman 12 meter. Maka dari itu untuk keselamatan pengunjung, mereka diwajibkan menggunakan pelampung dan duduk di atas ban dalam agar dapat lebih menikmati keindahan di dalam goa, walau menurut saja duduk di atas ban dalam ini membuat saya kurang leluasa untuk bergerak. Untuk penjelajahan sendiri memerlukan waktu sekitar 45 menit perjalanan.


Setelah berjalan kaki tak jauh dari lokasi camp akhirnya kami sampai juga di pintu masuk goa. Sebelum memulai penjelajahan, pemandu kami melakukan briefing kepada peserta, menjelaskan apa saya yang tidak boleh dilakukan guna menjaga keselamatan kami semua. Bagi kalian yang tidak bisa berenang jangan khawatir, karena dengan menggunakan pelampung yang terpasang kuat di badan dijamin badan kalian akan terus mengambang, jadi tidak usah takut tenggelam. Keamanan menyusuri goa ini cukup terjamin, karena selama perjalanan kita akan ditemani oleh pemandu.



Bagi Anda yang ingin membawa kamera boleh-boleh saja, pihak pengelola akan memberikan tas plastik terang untuk membungkus kamera Anda. Selama perjalanan pun kamera akan dibawakan oleh pemandu agar lebih aman dan Anda lebih leluasa untuk bernarsis ria. Dan sebisa mungkin tetaplah jaga barang bawaan Anda terutama kamera ketika melakukan penjelajahan di dalam gua, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Goa Pindul sendiri memiliki tiga buah zona yang dijelajahi, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. Di zona terang yaitu zona pertama yang dekat dengan pintu masuk goa kita masih dapat melihat dengan jelas keindahan stalaktit yang berada di langit-langit goa, kelelawar yang sedang bergelantungan di atap-atap goa, dan keindahan ornamen goa lainnya. Kebanyakan skalaktit di goa ini masih aktif dan terus tumbuh, jadi  lebih baik skalaktit tersebut jangan dipegang agar tidak terganggu proses pertumbuhannya, karena pertumbuhan 1 cm saja membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Memasuki zona yang kedua yaitu zona remang, di mana cahaya sudah mulai minim dan keindahan goa terlihat samar-samar jika tidak dibantu dengan penerangan lampu yang dibawa oleh pemandu. Adrenalin kita semakin naik ketika mulai memasuki zona remang ini. Di dalam zona ini terdapat sebuah atap rumah di atas yang terlihat cukup jelas, yang menurut pemandu kami rumah tersebut dijadikan sebagai lokasi ternak kelelawar. Memang agak aneh sih ada bangunan rumah di atas mulut goa. Di zona ini terdapat skalaktit dengan ukuran yang lebih besar dengan beraneka macam bentuk.

Nah zona ketiga adalah zona gelap abadi, sama sekali tidak ada penerangan sehingga keadaan di dalam menjadi gelap gulita. Di zona ini pemandu kami mengajak kami untuk sejenak mengheningkan cipta guna mensyukuri nikmat dan karunia dari Tuhan atas pemberian mata untuk melihat dengan cuma-cuma keindahan dan keagungan yang diciptakan oleh Tuhan. Dalam perenungan ini lampu benar-benar dimatikan dan keadaan menjadi hening gelap gulita. Setelah mengheningkan cipta kami melanjutkan perjalanan menyusuri pintu keluar goa.


For your information, di dalam goa ini terdapat skalaktit jantan karena bentuknya yang mirip dengan alat vital yang konon bagi pria yang memegangnya akan menambah keperkasaan. Ada pula skalaktit puting yang siapa yang memegangnya akan menambah kecantikan, khususnya bagi kaum hawa. Ada pula skalaktit yang bentuknya besar seperti tiang penyangga goa yang biasa disebut dengan "Soko Guru". Ada juga skalaktit yang jika dipukul akan mengeluarkan bunyi seperti gong, konon di dalam skalaktit ini mengandung zat besi sehingga dapat mengelurkan suara dentuman mirip dengan gong. Ada pula skalaktit yang bentuknya mirip dengan tirai, dan ada juga skalaktit yang membentuk batu kristal yang masih aktif tumbuh sampai sekarang. Hmmm kalau dijual berapa ya harganya?



Sebelum kita keluar dari goa, kita akan sejenak beristirahat menikmati keindahan Goa Njomplang, yaitu sebuah mulut goa yang terletak di langit-langit Goa Pindul ini. Di sini kita dapat menaiki tebing untuk berbarsis ria dan melompat ke air. Cukup menguras adrenalin menurut saya, walau saya lebih memilih untuk melompat di air laut karena saya takut dengan air yang ada di Goa Pindul ini karena di bawah permukaan banyak terdapat bebatuan yang tidak terlihat kasat mata.



Puas bermain di area Goa Njomplang berakhirlah penjelajahan kita di Goa Pindul ini, untuk menuju pintu keluar saya lebih memilih untuk berenang karena duduk di atas ban menjadikan saya kurang leluasa bergerak. Bagi Anda yang masih belum puas terjun di area Goa Njomplang, Anda dapat menuntaskan dahaga Anda dengan terjun di area depan pintu keluar Goa Pindul ini. Salah satu pemandu memperagakan atraksi salto dari ketinggian dan walhasil . . . byuuuur lensa kamera saya basah kena cipratan air -__- Untung saja kamera saja tidak kenapa-kenapa.


Selesai menjelajahi Goa Pindul ini masih ada satu tantangan menarik, yaitu kita naik mendaki bendungan untuk menuju ke atas dengan menggunakan seutas tali. Benar-benar sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan menjalajahi pesona Goa Pindul ini.

Tips :

  1. Bagi Anda yang menggunakan kamera sebaiknya menggunakan kamera pocket atau kamera saku, jika menggunakan kamera DSLR agak sedikit ribet, karena di dalam goa kita kurang bisa bergerak bebas karena duduk di atas ban, dan juga resiko kamera rusak kena air.
  2. Bagi Anda yang tidak mau ribet dan mengambil resiko kamera basah, Anda dapat menyewa jasa fotografer, dengan biaya sewa Rp 35.000,00 (kamera yang disediakan di operator ini kamera saku/pocket underwater sepertinya)
  3. Jangan lupa siapkan kondisi dan stamina tubuh agar Anda bisa benar-benar menikmati penjelajahan di dalam Goa Pindul ini :)

7 comments:

  1. gan, bisa tlong kasih tau estimasi harga untuk keseluruhannya gakk ?? please PM ane ... ngecess ane baca blog lo gann.. :((

    ReplyDelete
  2. Gan, Ane juga PM dong perinciannya ! Kayaknya eksotis tu tempat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa hubungi @WIRAWISATA gan
      CP nya ke mas Budi Hardiyanto 085 328 143 888
      kalau dari Jogja bisa sewa motor 50 rb/hari
      sewa mobil mulai dari 250rb-an
      perjalanan dari Jogja menuju lokasi memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam :D

      Delete
  3. Terimkasih sudah berkunjung, kami tunggu kunjungan selanjutnya...:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap kang, kalau ke Jogja lagi pengen main ke Pindul lagi

      Delete
  4. Goa pindul emang keren banget deh
    semoga pariwisata Indonesia makin maju

    ReplyDelete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com