Tuesday, March 13, 2012

Candi Lumbung - Candi Budha yang Berada di Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan


Berjalan-jalan di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan jangan hanya berhenti di kompleks percandian utama saja, di kompleks taman wisata candi ini masih ada beberapa candi-candi lain yang layak untuk Anda kunjungi. Selain untuk menambah pengetahuan, Anda pun bisa menambah koleksi foto tentang perjalanan candi-candi yang pernah Anda jelajahi. Penjelajahan saya kali ini lanjutkan untuk menyusuri bangunan Candi Lumbung yang masih di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Candi ini terletak tidak jauh dengan kompleks Candi Bubrah.


Candi Lumbung merupakan candi yang berlatarkan agama Budha. Menurut perkiraan, candi ini dibangun sekitar abad ke-9 pada masa pemerintahan Kerjaan Mataram Kuno. Jika dinalar pada masa tersebut sudah tercipta toleransi umat beragama antara penganut agama Hindu dan juga penganut agama Budha. Lihat saja di dalam satu kompleks, terdapat Candi Prambanan dengan latar belakang agama Hindu dan di sekitarnya terdapat kompleks Candi Sewu dan juga Candi Bubrah yang memiliki latar belakang agama Budha.


Kompleks Candi Lumbung sendiri terdiri dari satu buah bangunan candi utama di bagian tengah dan dikelilingi oleh 16 candi perwara atau candi pendamping di sekelilingnya. Candi utama dan candi perwara sampai kini masih dalam tahap pemugaran. Bangunan candi utama masih terlihat belum sempurna pemugarannya karena bagian atap candi masih belum ada. Candi perwara pun baru 4 bangunan candi saja yang hampir rampung proses pengerjaan pemugarannya, namun di bagian candi perwara ini masih terdapat beberapa kayu untuk menyangga bangunan. Sedangkan bangunan candi perwara yang lain masih dibiarkan dalam keadaan reruntuhan, hanya terlihat beberapa kontruksi stupa-stupa kecil khas bangunan candi yang berlatarkan agama Budha. Bagian candi utama terdapat relief-relief yang menggambarkan ornamen-ornamen seorang dewi yang cantik, dengan bangunan candi utama ini menghadap ke arah timur.


Nama lumbung sendiri dalam bahasa Jawa berarti tempat untuk menyimpan padi dan hasil bumi. Diperkirakan pemberian nama Candi Lumbung ini dikarenakan konon katanya bentuk candi ini mirip dengan bangunan lumbung untuk menyimpam padi hasil pertanian. Namun, saya kurang paham betul sih di mana letak kemiripannya dengan bangunan lumbung yang biasa ada pada bangunan rumah masyarakat Jawa.



Selain bangunan candi utama dan bangunan candi perwara, di kompleks Candi Lumbung ini juga terdapat beberapa arca yang diletakkan di sebelah barat candi utama. Sayang, beberapa arca tersebut kepalanya hilang dipenggal, ada pula arca yang masih utuh, namun saya mengira arca tersebut sepertinya hanya arca duplikat. Selain arca-arca yang diletakkan di bagian halaman, juga terdapat benda-benda yang mirip seperti stupa, bak pion-pion yang ditata dalam sebuah papan catur.


Hmmm, semoga saja proses pemugaran candi ini segera selesai sehingga kita dapat menikmati keindahan candi ini secara utuh. Memang benar sih menurut sebuah buku, ketika kita melihat bangunan yang secara fisik belum dalam keadaan yang utuh, imajinasi kita seolah-olah diajak untuk bermain membayangkan bagaimana bentuk bangunan tersebut secara utuh kelak, tanpa ada batasan bagaimana kita mengimajinasikan bangunan tersebut karena memang tidak ada aturan yang baku untuk kita mengembangkan sebuah imajinasi.


Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Taman Wisata Candi Prambanan jangan hanya berkeliling di kompleks candi utama saja, sempatkan juga untuk menikmati bangunan candi lainnya seperti bangunan Candi SewuCandi Bubrah, maupun Candi Lumbung ini.

No comments:

Post a Comment

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com