Thursday, May 26, 2011

Museum Affandi, Museum Sang Maestro Seni Lukis




Bertepatan pada tanggal 23 Mei kemarin Museum Affandi free enter bagi pengunjung dalam memperingati hari wafatnya Affandi, sang maestro seni lukis. Saya juga baru dapat infonya malam sebelumnya, dan tak mau berpikir panjang lagi saya harus mengunjungi museum tersebut, ya kapan lagi bisa masuk gratis menikmati tempat wisata yang satu ini. Awalnya saya sudah mengajak teman-teman kampus, tapi sepertinya tak ada yang tertarik, atau mungkin bagi mereka itu hanya buang-buang waktu saja, entahlah, jalan sendirian pun tak masalah bagi saya. Oke setelah kelas selesai sekitar pukul 11.30 saya langsung menggeber motor ke lokasi.


Museum Affandi terletak di Jalan Laksda Adisucipto 167, jalan utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dan Solo, di tepi barat sungai Gajahwong, atau tepatnya sekarang di depan kampus UIN Sunan Kalijaga. Kompleks bangunan Museum Affandi menurut saya sangat unik, perpaduan bangunan-bangunan unik yang dulunya adalah kediaman tempat tinggal Affandi dan keluarganya, dikelilingi balkon-balkon yang dibangun menjulang cukup tinggi dan dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan, tampak asri ketika memasuki kompleks museum ini. Untuk museumnya sendiri terdapat tiga ruang galeri yang masing-masing adalah ruang galeri I, galeri II, dan galeri III. Selain galeriyang berisi lukisan, terdapat juga Studio Gajah Wong, Cafe Loteng untuk tempat sejenak beristirahat, mushola untuk tempat beribadah, dan juga kompleks rumah kediaman Affandi sendiri. Bangunan di kompleks museum ini sangat unik, terdapat taman dan pohon-pohon dan semak belukar yang rimbun.




Masuk ke dalam ruang galeri I sekaligus sebagai tempat informasi, dipamerkan koleksi asli dari karya-karya Affandi selama masih hidup. Di bangian ujung ruangan ini terdapat koleksi mobil kesayangan Affandi selama masih hidup, yaitu mobil Colt Gallant tahun 1976 yang dimodifikasi menyeruapi bentuk ikan. Selain itu ada pula sepeda onthel yang dipajang bersebelahan dengan mobil tersebut. Hasil karya yang dipajang adalah dua buah patung potret diri Affandi yang terbuat dari tanah liat dan semen serta sebuah reproduksi patung karyanya berupa potret diri bersama putrinya, Kartika. Sebenarnya pada awal saya minta izin untuk motret, tapi ga diperbolehkan, lalu pas ganti penjaga saya mulai ngomong lagi pengen motret ruangannya untuk bahan blog untung saya mendapatkan izin.



Lanjut memasuki ruang galeri II di sini dipamerkan beberapa lukisan hasil karya teman dan kolega dari Affandi. Menurut saya lukisannya sedikit bertema abstrak, tapi indah untuk dinikmati. Di ruangan ini terdapat dua lantai, lantai I digunakan untuk ruang pamer lukisan dan lantai II digunakan untuk staf yang bekerja di museum, entah untuk apa saya tidak mengerti.



Lalu memasuki ruang galeri III, di sini dipajang lukisan-lukisan yang untuk dilelang kepada masyarakat umum yang berminat membeli lukisan-lukisan. Harga lukisannya pun sangat beragam, namun seingat saya harga yang paling fantastis (menurut saya) adalah lukisan dengan bandrolan harga Rp 400.000.000,00. Untuk membuktikan lukisan tersebut dijual dengan harga tersebut berkali-kali saya harus memicingkan mata dan membenarkan letak kacamata saya.




Setelah selesai mengunjungi ketiga galeri yang ada di museum ini, ruang selanjutnya yang saya kunjungi adalah Studio Gajah Wong yang terletak di bagian bawah, dekat dengan Kali Gajahwong, di mana sekarang studio ini digunakan untuk sanggar belajar melukis. Studio Gajah Wong dibagi menjadi dua, yaitu studio Gajah Wong I dan Studio Gajah Wong II. Studio Gajah Wong I digunakan sebagai galeri untuk menampilkan hasil karya lukisan, dan Studio Gajah Wong II digunakan sebagai tempat kursus melukis, bangunannya dibuat semi outdoor. Di depan Studio Gajah Wong I terdapat sebuah kolam renang kecil yang dulu digunakan oleh Affandi berkumpul dengan anak dan cucu-cucunya.


Selesai berkeliling saya sempatkan naik ke atas, menaiki tangga lewat Studio Gajah Wong II, dari sini pemandangan bangunan Museum Affandi terlihat sangat jelas. Bangunannya unik dan menarik.


Setelah puas berkeliling Museum Affandi, Anda bisa sejenak beristirahat di Cafe Loteng yang berada di kompleks museum ini. Cafe ini juga memiliki bangunan yang sama uniknya seperti bangunan-bangunan lain di dalam kompleks museum ini. Museum Affandi buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai dengan 16.00. Tutup pada hari libur nasional kecuali dengan permintaan khusus. Tiket masuk sebesar Rp 20.000,00 per orang.

2 comments:

  1. Halo apa kabar? kami dari Blog Ekonom Gila :P

    ReplyDelete
  2. kabar baik bapak ekonom gila :p
    hahahaha
    salam blogger :D

    ReplyDelete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com