Thursday, February 2, 2012

Hiburan Rakyat Murah Meriah di Pasar Malam Perayaan Sekaten


Salah satu hiburan rakyat yang paling ditunggu oleh masyarakat Yogyakarta salah satunya adalah pasar malam perayaan Sekaten yang diselenggarakan setiap tanggal 5 pada bulan Mulud dalam penanggalan Jawa. Kata "sekaten" sendiri berasal dari kalimat Syahadatain atau dua kalimat syahadat, nah karena orang Jawa jaman dulu susah untuk melafalkan syahadat maka jadilah mereka mengucapkannya sekaten. Acara Sekaten sendiri merupakan sebuah acara untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad. Di zaman dahulu, ketika zaman Sultan Hamengkubuwono I acara Sekaten digunakan sebagai sarana untuk dakwah dan syiar agama Islam.

Perayaan pasar malam Sekaten ini pula adalah salah satu acara yang saya tunggu setiap tahunnya. Perayaan pasar malam Sekaten ini biasanya diselenggarakan di alun-alun utara. Tak hanya di Keraton Kasultanan Yogyakarta, tradisi Sekaten juga dilaksanakan di Keraton Kasunanan Surakarta. Sekilas kegiatan perayaan malam Sekaten di kedua wilayah ini hampir sama sih, yah kedua keratin ini kan sama-sama keturunan Mataram.


Nah untuk kali ini saya ingin membahas mengenai pasar malam Sekaten, terutama apa saja yang bisa kita temukan di pasar malam ini. Secara umum pasar malam perayaan Sekaten hampir mirip seperti pasar malam seperti biasanya. Di sana kita akan menemui berbagai macam wahana permainan, seperti bianglala, ombak banyu, rumah hantu, kora-kora, sepur mini (kereta mini), komedi putar, bom-bom car, tong setan atau roda gila, dan sebagainya. Ada pula penjual makanan, penjual pakaian baik pakaian baru maupun pakaian bekas impor yang biasa disebut awul-awul atau disingkat  "AW", ada pula stand promosi dan perdagangan dari UKM-UKM yang ada di Jogja, ada juga panggung pertunjukan seni dan budaya, ada pula stand yang menjual peralatan rumah tangga dengan harga yang murah. 

Nah untuk penjual makanan, yang khas di Sekaten sepanjang pengamatan saya sih penjual sate kere, penjual kerak telor, dan juga penjual martabak, onde-onde, cakwe, bolang-baling yang berjajar di pinggir jalan dan bisa dijadikan untuk oleh-oleh. Itulah beberapa hal yang dapat kita temukan di pasar malam perayaan Sekaten di bagian alun-alun utara, dijamin meriah deh jalan-jalan di pasar malam Sekaten ini. Tak perlu merogoh kocek, karena tahun ini masuk ke Sekaten kita tidak ditarik biaya alias gratis. Pasar malam Sekaten di alun-alun utara ini biasanya diselenggarakan hampir sebulan lebih, tapi mencapai puncak ramai-ramainya ketika gamelan pusaka keraton sudah dikeluarkan menuju masjid agung (tradisi mios gongso). Nah pasar malam perayaan Sekaten jadi hiburan yang murah meriah bukan !

2 comments:

  1. datang ke sekaten sih udah sering.. yang belum kesampaian liat grebeg secara langsung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mas aku juga belum pernah lihat grebeg sekaten secara langsung, kebayang sepertinya bakal crowded kyk pas royal wedding kemarin :D

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com