Saturday, February 11, 2012

Museum Perjuangan Yogyakarta : Wahana Pengenalan Sejarah Bagi Generasi Muda


"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya", tiba-tiba saja teringat pepatah tersebut ketika akan menulis blog tentang Museum Perjuangan ini. Hmmm, menurut saya benar juga sih, jika kita tidak menghargai jasa-jasa para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia pada jaman dahulu, mungkin sampai sekarang kita tidak akan menjadi bangsa yang seperti ini. Oke setelah puas mengambil gambar di Gereja Gothic Sayidan, perjalanan saya lanjutkan menuju Museum Perjuangan Yogyakarta. Mungkin di luar sana beberapa orang yang berpikiran skeptis menganggap bahwa museum itu tempat yang membosankan hampir sama seperti candi, bahkan ada yang bilang seperti anak TK/SD saja pakai acara mengunjungi museum. Tapi, bagi saya mengunjungi museum adalah sebuah hal yang menyenangkan, saya seperti diajak berimajinasi untuk kembali ke masa lalu dan diajak merasakan atmosfer pada masa itu ketika melihat koleksi barang-barang yang dipamerkan di dalam museum.



Di mana lokasi Museum Perjuangan Yogyakarta? Museum Perjuangan Yogyakarta ini terletak di Jalan Kolonel Sugiono No.24 Yogyakarta. Dari arah Malioboro langsung saja menuju arah Taman Pintar sampai di perempatan lampu merah, lalu belok ke kanan arah ke Jogjatronik, lurus saja ikuti jalan sampai menemukan lampu merah lagi di daerah Pojok Beteng, lalu belok ke kiri, ikuti saja jalan sampai Anda menemukan shelter Trans Jogja di kanan jalan, nah letak Museum Perjuangan Yogyakarta ini terletak persis di sebelah shelter bus tersebut.


Lalu kapan jam operasional museum ini serta berapa tiket masuknya? Untuk jam operasional museum sendiri dibuka pada hari Senin sampai dengan hari Jumat. Untuk hari Senin sampai Kamis jam buka mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB, sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB, untuk hari Sabtu dan Minggu libur. Untuk tiket masuknya, kita cukup membayar Rp 2.000,00 saja per-orang, selaian menikmati koleksi Museum Perjuangan Yogyakarta, tiket tersebut termasuk untuk terusan masuk Museum Sandi yang terletak di bawah tanah. Untuk Museum Sandi ini akan saya tulis di cerita berikutnya :)


Apa saja yang dapat kita temui di museum ini? Oke kita mulai dari bagian eksteriornya terlebih dahulu, dari bentuk bangunan Museum Perjuangan Yogyakarta sendiri mengadopsi perpaduan antara arsitektur gaya barat dan gaya timur. Arsitektur gaya barat terlihat dari bentuk bangunan bulat silinder yang mirip dengan bangunan di Roma pada jaman Kekaisaran Roma yang terlihat pada bagian atas bangunan. Sedangkan arsitektur gaya timur terlihat dari bagian dinding luar bangunan yang mengambil model candi-candi di Indonesia, yaitu adanya relief-relief peristiwa sejarah yang menggambarkan peristiwa lahirnya Boedi Oetomo sampai masa bersatunya kembali pemerintah Republik Indonesia dengan terbentuknya NKRI, serta patung kepala pahlawan nasional, seperti Sultan Hasanudin, Kapten Pattimura, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, R.A. Kartini, Dr. Wahidin Soediro Hoesodo, Ki Hajar Dewantara, Mh. Thamrin, dan Jendral Soedirman




Oke lanjut menjelajahi di bagian dalam ruangan, di sini dipamerkan beberapa barang yang digunakan pada masa perjuangan kemerdekaan, mulai dari peristiwa sejarah datangnya bangsa barat ke Nusantara, sampai dengan kembalinya RIS (Republik Indonesia Serikat) kembali menjadi NKRI. Apa saja benda-benda yang dipamerkan? Ada replika meriam, miniatur kapal angkatan laut Belanda, mata uang VOC, ada juga buku kedokteran dari STOVIA, yang dahulu digunakan oleh mahasiswa kedokteran di STOVIA yang dahulu bermula dari Sekolah Dokter Jawa yang ada di Jakarta, buku ini memang sangat tebal dan berukuran cukup besar.



Koleksi berikutnya adalah miniatur kepanduan, perlengkapan Ir. Soekarno ketika berada di Rengasdenglok, samurai yang merupakan benda penyerahan dari seorang Kompeitei Jepang kepada R. Suprapto Wasito, replika granat dan selongsong peluru, klise mata uang ORI dan uang ORI yang masih utuh belum dipotong, meja guru militer Akademi Yogyakarta, koleksi PMI, dokumen Parwoto Hadi yang berbentuk semacam buku harian, lumpang batu yang digunakan untuk menyiapkan logistik anggota TGP (Tentara Genie Pelajar) yang bermarkas di daerah Sayegan, Sleman, kemudian ada sepeda TP yang memiliki peran dalam sejarah perjuangan Tentara Pelajar, yaitu sebagai sarana koordinasi antar pucuk pimpinan perjuangan dan sebagai sarana transportasi para pejuang TP pada tahun 1948-1949. Ada pula perlengkapan SPN (Sekolah Polisi Negara) di Nanggulan, dan beberapa barang lainnya


Selain koleksi barang-barang tersebut terdapat pula patung beberapa tokoh pahlawan nasional serta beberapa lukisan yang menggambarkan berbagai peristiwa pada masa perjuangan. Hmm, saya merasa seperti diajak untuk sedikit merasakan suasana pada jaman itu. And then how lucky I am, I got a book about Museum Perjuangan Yogyakarta for free :)

Bagi Anda yang penasaran dengan museum ini, monggo sejenak mampir, tak ada salahnya mengunjungi museum untuk sekedar flash back dan menambah wawasan kita mengenai sejarah bangsa ini :)

4 comments:

  1. sering lewat sini tapi nggak pernah masuk.. saya tau jalan letkol sugiono ini ada museum juga karena waktu itu naik trans jogja dan transit di halte depan museum itu.. :D

    ReplyDelete
  2. seperti museum yang dikelola pemerintah, masih minim fasilitas pemandu mas di dalam museum ini :D

    ReplyDelete
  3. sudah pernah mengabadikan tapi belum pernah masuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba saja masuk mas :D ada dua buah museum di bangunan itu :D

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com