Sunday, July 1, 2012

Petualangan di Bromo pun Berakhir di Pasir Berbisik


Tidak dipungkiri lagi spot Pasir Berbisik di kawasan Bromo memang memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang pernah singgah di sana. Keindahan pasir berbisik Bromo akan lebih terasa daya pikatnya jika kita berkunjung pada siang hari, ketika matahari sudah cukup terik dan angin-angin mulai menerbangkan partikel-partikel pasir. Romantis, sekaligus magis, ada daya tarik tersendiri sehingga bagi siapa pun akan berdecak kagum menikmati suasana di Pasir Berbisik Bromo.


Pada hari sebelumnya saya memang sudah mengunjungi spot Pasir Berbisik ini, tapi kali ini kunjungan saya ke spot yang sama seperti mengucapkan "kata pamitan" kepada Bromo karena hari ini adalah hari terakhir saya berada di sini. Badai pasir memang menjadi pemandangan yang lumrah di area ini, namun justru itulah yang menjadi daya tarik lokasi Pasir Berbisik. Hmmm, berat memang rasanya meninggalkan Bromo, rasanya ingin memperpanjang lama tinggal agar saya bisa mengeksplorasi keindahan di kawasan ini.


Motor pun kembali dinyalakan dan langsung menuju ke penginapan. Siang itu spot Pasir Berbisik maupun pendakian Bromo sudah tampak lengang, banyak wisatawan yang telah meninggalkan Bromo untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka. Sesampainya di penginapan saya pun segera bergegas untuk mengemasi barang dan membersihkan diri. Untung saja di depan penginapan sudah tersedia sebuah bison, jadi saya bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Probolinggo. Untuk perjalanan menggunakan bison dari sini tarif yang dipatok memang fix Rp 25.000,00 per-orang, jadi tak usah khawatir untuk tawar-menawar harga seperti pemberangkatan dari Probolinggo. Saya pun segera berpamitan kepada mas-mas tukang ojek yang mengantarkan saya tadi yang masih satu keluarga dengan si pemilik penginapan. 


Siang itu sepertinya Bromo memang berat meninggalkan saya kali ya, sepanjang perjalanan pulang kondisi cuaca tiba-tiba saja mendung dan turun kabut, berbeda dengan sewaktu saya tiba yang cuacanya cerah, hehehe. Ya, Bromo memang memberikan kenangan dan pengalaman yang manis bagi saya :)

10 comments:

  1. akhirnya sampai juga di Bromo mas, dulu saya gak sempat explor karena ikut team touring

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas udah lama ngincar spot ini
      kemarin akhirnya bia explore ke Bromo
      tanggal 4-5 Agustus ada upacara Kasodo di Bromo mas :)

      Delete
  2. wah saya pembaca setia blog ini, terutama perjalanan ke Bromonya saya akan jadikan referensi. terus menulis ya friend, good job kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke terima kasih mas sudah berkunjung di blog saya :)

      Delete
  3. keren foto2 nya. rencana bulan depan mau kesini juga. mau nanya mas, kira2 cuaca untuk bulan oktober di daerah bromo gmana ya? apa musim hujan di sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau dari informasi yang saya dapat biasanya bulan-bulan terbaik buat mengunjungi Bromo sekitar April sampai pertengahan Agustus mas :)
      kalau bulan oktober mungkin saja sudah mulai turun hujan dan padang savana sudah mulai tumbuh lagi rumput-rumputnya

      Delete
  4. tahun baru ini saya akan kesana..,semoga cuaca bersahabat yah kawann...:)

    ReplyDelete
  5. Sumpeehh bikin mupeng baca cerita perjalanan dari awal mas...
    biar gk keder dsana, minta kontak homsetay ada gk yaa?? yaa yang mumer dah (murah meriah gitu, hehe)
    thx banget mas untuk ceritanya yang sukses bikin mupeng ke ubun2.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk info Yog Homestay bisa coba hubungi Pak Harto di 081234906286 :)

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com