Wednesday, June 20, 2012

Trip To Bromo Day 2 : Aku dan Balada Si "Bison"


Sesampainya di terminal Probolinggo hal yang terlintas di dalam pikiran saya adalah mencari kendaraan yang akan mengantarkan saya menuju Bromo. Orang-orang setempat menyebut kendaraan yang satu ini dengan sebutan bison, bentuknya seperti minibus yang berisi sekitar 12 orang. Tidak sulit kok untuk menemukan keberadaan bison-bison ini. Anda cukup keluar dari terminal dan berjalan ke arah kiri. Di luar terminal bison-bison ini sudah menanti kehadiran Anda.

Bison adalah sebuatn kendaraan yang akan mengantarkan Anda dari Probolinggo menuju darah Bromo. Kendaraan ini semacam minibus Elf yang jadul, mampu memuat sekitar 12 orang. Di sinilah awal perjuangan menuju daerah Bromo dimulai, maksud saya adalah naik bison ini merupakan awal mula dari keberuntungan Anda. Jika Anda sedang beruntung bertemu dengan traveller-traveller lain yang menuju Bromo, maka si bison ini akan segera berangkat mengantarkan Anda, tapi jika Anda sedang apes dan sedang sepi traveller, maka bersabarlah untuk menunggu si bison ini berangkat. Bisa saja Anda menunggu satu, dua, bahkan tiga jam lebih untuk menunggu si bison ini berangkat, karena moto si sopir adalah tidak akan memberangkatkan si bison jika penumpangnya tidak penuh. Cara lain untuk menghemat waktu adalah dengan men-charter si bison ini sesuai dengan harga yang disepakati. Untuk tarif normal bison ini dari Probolinggo menuju Bromo adalah Rp 25.000,00 tapi jika Anda sedang apes dan harus men-charter si bison ini, Anda akan dikenakan biaya sekitar Rp 150.000,00 sampai dengan Rp 200.000,00 tergantung pintar-pintar Anda menawar dan nego dengan si sopir.


Sepertinya nasib naas sedang menghampiri saya. Pagi itu saya harus sabar menunggu sekitar 3,5 jam di dalam bison dengan keadaan seperti disauna karena panasnya. Beruntung si sopir sepertinya pengertian dan segera menyalakan mesin si bison dan berangkat menuju Bromo. Ada beberapa hal unik yang saya temui di dalam bison ini, mulai dari si sopir yang sepertinya orang Madura dengan logat bahasanya yang khas, hingga tragedi lagu "Baby"-nya Justin Beiber yang berubah menjadi lagu dangdut yang diputar di dalam bison selama perjalanan. Sungguh unik bison-bison di sini, dijamin full of music selama perjalanan, mulai dari musik-musik dugem, musik lokal, musik Indonesia, hingga musik dangdut lengkap diputar di dalam bison ini.


Keunikan lain yang saya temui ketika si sopir bertanya kepada saya tentang asal saya dan kemudian saya jawab dari Jogja, jawaban yang langsung terlintas oleh si sopir adalah tentang sepeda hias di alun-alun kidul dan juga warung angkringan dengan menu sego kucing, sate usus, sate telur puyuh, dan gorengan yang menurut beliau murah meriah itu. Saya menangkap bahwa image Jogja memang tidak jauh-jauh dari keberadaan warung angkringan dengan menu sego kucing yang berisi nasi sekepal, sambal, dan juga suwiran bandeng.


Oh iya, walaupun nada bicara si sopir ini lumayan keras dengan logat Maduranya yang khas, tapi si sopir sangat sopan kepada penumpang dan lumayan enak juga diajak bicara selama perjalanan, walau kadang cara nyetirnya agak menguras adrenalin terutama di daerah tanjakan maupun ketika bersimpangan dengan kendaraan lainnya. Jangan heran jika sepanjang perjalanan si sopir juga menaikkan penumpang yang berasal dari penduduk sekitar dengan beraneka macam barang bawaannya.

Perjalanan dari Probolinggo menuju Bromo memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan jalan berkelak-kelok khas pegunungan walaupun tidak terlalu ekstrim medannya. Sepanjang perjalanan menuju Bromo mata ini benar-benar dimanjakan dengan pemandangan serba hijau dan perbukitan khas pegunungan. Nasib naas di bison tadi benar-benar tergantikan dengan pemandangan alam yang sungguh sangat luar biasa dan juga kedatangan saya siang itu disambut dengan awan yang berwarna biru cerah...hmmmm betapa beruntungnya saya siang itu ketika tiba di daerah Bromo :)

2 comments:

  1. wah seru ya bro perjalanannya, jadi pgn ke Bromo nih (blm pernah :( ). insyaallah tnggal merah November 2012 saya kesana bro...

    ReplyDelete
    Replies
    1. perjalanan ke Bromo memang seru bro :)
      wajib untuk dikunjungi
      dengar-dengar tanggal 4 sampai dengan 5 Agustus ada acara Kasodo di sana :)

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikaawan
email : dikahermawandika@yahoo.com