Thursday, June 21, 2012

Trip To Bromo Day 2 : Terpesona Keindahan Gunung Batok dan Badai Pasir Bromo



Setelah membereskan barang-barang di dalam homestay, saya pun nekat memberanikan diri untuk mandi mencicipi dinginnya air di Bromo. Hanya ingin sekedar membuktikan seberapa dinginnya air di sini, walau di sisi lain sebenarnya sudah tidak betah dengan kondisi badan yang berkeringat gara-gara disauna di dalam bison jahanam tadi. Air di Bromo memang lumayan dingin sih, tapi menurut saya tidak sedingin es kok *ya iyalah saya mandi di siang bolong*



Setelah berganti pakaian, saya pun melanjutkan jalan-jalan di sekitar homestay. Pemandangan di sekitar homestay lumayan cantik, mulai dari hamparan perumahan penduduk, hamparan ladang-ladang yang berisi tanaman sayuran, tebing-tebing berwarna hijau, dan yang menjadi magnet adalah pemandangan Gunung Batok yang bisa Anda temui dengan berjalan kaki beberapa langkah saja. 


Gunung Batok ini merupakan salah satu daya tarik pemandangan di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru ini. Entah mengapa gunung ini disebut Gunung Batok, atau mungkin karena bentuknya yang mirip dengan batok kelapa yang ditengkurapkan? Hahaha, yang pasti Gunung Batok ini memiliki pemandangan yang cantik, berwarna kehijauan dan memiliki tektur garis-garis yang indah, serta di sekitarnya dikelilingi oleh lautan pasir Bromo yang luas itu. Rasanya ingin terjun untuk segera menjamah Gunung Batok itu, tapi saya masih sayang dengan nyawa saya kok, hehehe.



Seperti tersihir dengan pesona keindahan Gunung Batok ini membuat saya betah berlama-lama duduk sambil menikmati keindahan pemandangan alam yang disajikan di depan mata saya ini. Kebetulan siang itu saya bertemu dengan sepasang bule asal Swiss. Saya memberanikan diri untuk mengajak berbincang-bincang dengan Bahasa Inggris saya yang acak adut. Dari perbincangan singkat itu, kedua bule tersebut sangat mengangumi keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Yak, selayaknya kita memang harus bangga menjadi orang Indonesia dengan kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang kita miliki.

6 comments:

  1. Asyik ya mas sampai di Cemoro Lawang masih siang, saya sampai sana sudah menjelang maghrib. Kabut sudah turun dan nggak bisa dapet langit cerah seperti itu.. Gunung Batok ini rasanya malah jadi ikon ya.. Lebih menonjol dibanding Gunung Bromo sendiri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas, banyak orang yang mengidentikkan pemandangan Bromo ya Gunung Batoknya itu, bukan gunung yang ada du sebelahnya itu :D

      Delete
  2. tak terbantahkan dik,,
    ngga bosen liatnya,,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pap, rasanya ga pengen beranjak dari Bromo :D

      Delete
    2. cari jodoh orang sana brati dik,,wkwkwk
      jadi warga tengger

      Delete
    3. etdaaah kamu aja pap yang cari jodoh orang Tengger
      aku ntar investasi buat bangun homestay ama resto saja lah :P

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com