Tuesday, July 5, 2011

Trip To Karimunjawa Day 1 : 6 Jam Penyebrangan dengan KMP Muria


Akhirnya apa yang saya takutkan pun terjadi, saya dan rombongan mendapatkan tempat di dek kapal. Sebenarnya di bagian tempat duduk penumpang masih banyak kursi yang kosong, hanya saja diisi dengan matras dan penumpang di sebelahnya berkata tempat duduk tersebut sudah dibooking. Saya rasa sama sekali tidak masuk akal, toh ini kapal di kelas ekonomi dan tidak ada nomer tempat duduk, seharusnya kan memang siapa cepat datang dia yang dapat. Kami sempat bersitegang dengan ibu-ibu sesama rombongan wisata yang dengan egois tetap bersikuku kalau kursi yang masih tersisa sudah dipesan. Ah nyata-nyata itu hanya alibi untuk menyisakan kursi bagi teman-teman ibu-ibu tersebut yang entah kapan masuk ke kapalnya. Akhirnya saya dan rombongan memilih untuk naik ke atas dan mencari tempat di dek kapal. Di luar dugaan pula ternyata di dek kapal pun sudah lumayan penuh dan ramai oleh penumpang lain. Lama-kelamaan menjelang kapal berangkat, dek kapal sudah penuh sesak dengan penumpang, suasananya mirip dengan camp pengungsian -__-


Pukul 08.00 kapal diberangkatkan karena penumpang telah memenuhi kuota. Jadwal pemberangkatan sepertinya diajukan karena biasanya kapal berangkat sekitar pukul 09.00. Pada awal pemberangkatan, di bagian "camp pengungsi" -sebut saja demikian- cukup ramai dengan hingar bingar para penumpang untuk mengusir kejenuhan, maklum lah perjalanan yang akan kami tempuh memakan waktu sekitar enam jam perjalanan. Untuk mengusir kejenuhan ada yang bermain monopoli, bermain kartu, mengobrol dengan sesama rombongan, berfoto ria, melihat laut dan sebagainya. Suasana di dek kapal semakin lama semakin panas, iyalah secara di laut lepas matahari dengan terik langsung bersinar. Kru kapal dengan cekatan memasang terpal untuk menghalau panas dan sebagai tempat berteduh, walau tidak semua bagian dek dapat tertutupi. Keadaan semacam ini semakin membuat mirip seperti camp pengungsian -__-


Dua jam perjalanan awal semua orang masih tampak riang, penuh semangat, hingga memasuki jam ketiga perjalanan di mana ombak mulai sedikit besar dan kapal mulai terasa goncangannya. Akhirnya penumpang yang tadinya riang gembiran penuh semangat tumbang satu per satu. Goncangan di bagian dek memang lebih terasa jika dibandingkan berada di ruang duduk penumpang.


Saya memilih untuk tidur guna menghalau mabuk laut, suasana yang sangat menyiksa bagi saya dan juga mungkin bagi rombongan lainnya. Penumpang lain pun satu per satu mengambil posisi tidur agar tidak pening dan mabuk laut, pemandangannya bak pindang dijemur. Semua mengambil posisi senyaman mungkin di dalam suasana yang serba tidak menentu. Memasuki jam keempat beberapa penumpang mulai mabuk laut, ah mendengar suaranya bikin perut jadi ikut mual dan saya tidak berani melihatnya, lebih baik saya memaksakan untuk tidur.



Sesekali saya bangun dan duduk melihat kondisi di sekeliling saya. Hampir semua penumpang mencoba tidur dan keramaian yang ada di awal pemberangkatan tadi semua lenyap karena diombang-ambing ombak Laut Jawa, sungguh enam jam perjalanan dengan kapal yang sangat menyiksa.


Setelah menempuh perjalanan hampir enam jam tersebut mata kami sangat dimanjakan dengan pemandanganan Kepualauan Karimun Jawa yang sangat indah. Gradasi warna air laut sangat terlihat kontras, mulai dari putih, hijau muda, biru muda hingga biru tua, sungguh sangat menawan. Penumpang pun satu per satu bangun melihat keindahan alam yang disajikan oleh Karimunjawa. Kapal bersandar di pelabuhan dan sontak semua penumpang di dek berteriak kegirangan, akhirnya derita selama enam jam berakhir sudah, WELCOME KARIMUN JAWA !

No comments:

Post a Comment

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com