Saturday, July 23, 2011

Trip To Karimunjawa Day 4 : Goodbye Karimunjawa


Hari keempat berada di Kepualauan Karimunjawa, ini artinya adalah hari terakhir kami berada di pulau ini dan kami harus bersiap-siap untuk meninggalkan tempat yang indah ini. Karena kapal penyebarangan menuju Jepara hanya beroperasi dua hari sekali dan sebaliknya, maka kami sudah diwanti-wanti oleh pemandu dan pemilik rumah tempat kami tinggal untuk lebih awal mempersiapkan diri guna mendapatkan tempat duduk di kapal sehingga kami tidak berada di bagian dek kapal seperti pemberangkatan kemarin. Pemilik rumah tempat kami tinggal sangat baik, beliau rela untuk tidak tidur semalaman untuk memantau kondisi pelabuhan. Karena diperkirakan kapal akan berangkat pukul 08.00 pagi, maka untuk mengantisipasi kami semua sepakat untuk berangkat dari homestay jam 06.00 pagi.


Dasar kami memang bandel, sudah tau besok harus bangun pagi-pagi buta dan bersiap rebutan kapal, semalaman kami malah asyik bermain kartu dan mengobrol serta bercanda hingga larut malam, hingga akhirnya satu per satu tumbang ketika menginjak tengah malam. Kondisi di luar dugaan kami, bapak pemilik rumah membangunkan kami pukul 04.00 pagi dan membuat suasana di rumah menjadi genting. "Mas-mas bangun, kapalnya sudah penuh di pelabuhan", si bapak membangunkan kami sambil mengetok pintu kamar kami. Sontak seisi rumah kalang kabut mempersiapkan diri. Ada yang packing sembarangan yang penting semua barang masuk ke dalam tas, ada yang antri di kamar mandi, ada yang membenahkan rambut, semua kalang kabut dan keadaan semakin genting ketika pemandu rombongan kami menyuruh agar kami segera bersiap-siap dan segera menaiki mobil jemputan menuju pelabuhan. Kami sudah tidak perduli dengan badan, tidak mandi, tidak gosok gigi, hanya cuci muka, yang penting adalah sesegera mungkin menuju kapal dan mendapatkan tempat duduk.


Sekitar pukul 04.20 kami meninggalkan rumah, si bapak pemilik rumah sudah menuju pelabuhan terlebih dahulu untuk mengantrikan kami tiket. Di sinilah mulai terjadi beberapa insiden. Sekitar pukul 04.30 kami tiba di pelabuhan dan memang sudah cukup padat dengan lalu lalang orang. Pintu gerbang menuju dermaga masih ditutup, tapi kami nekat menerobos masuk, karena memang tidak ada penjaga, pemandu kami menyuruh segera memasuki kapal, dan memang sudah cukup banyak orang yang masuk ke dalam kapal. Seperti ketika pemberangkatan dari Jepara kemarin, beberapa tempat duduk sudah ditutupi oleh matras. Kami nekat untuk meletakkan matras tersebut ke bagian depan karena kursi yang tersisa masih cukup banyak. Kami duduk dengan perasaan cukup was-was juga sebenarnya. Tapi kami cuek saja sih, toh juga ini kelas ekonomi, untuk tempat duduk tidak ada istilah booking-booking-an, siapa cepat dia dapat.

Seperti merasakan duduk di "kursi panas", semua serba tegang, was-was, dan tidak tenang. Selang beberapa waktu kemudian datanglah rombongan yang katanya "membooking" tempat duduk yang kami gunakan. Mereka tidak berkutik, tapi sepertinya ada orang dalam (orang yang bekerja di kapal) yang sudah kong kalikong dengan rombongan tersebut. Beliau pun mengusir kami karena kursi yang kami duduki sudah dipesan oleh rombongan yang beliau bawa. And the foolish begins, bapak-bapak tadi mengungkit-ungkit masalah tiket, apakah kami sudah membawa tiket atau belum. Hmmm thats a stupid question, sudah jelas-jelas loket tiket dibuka jam 06.00 dan kejadian itu berlangsung sekitar pukul 05.00 pagi, ya tentu saja ami semua sama-sama belum memiliki tiket. Bapak-bapak tersebut dengan nada yang geram mencoba mengusir kami, untung teman saya yang keturunan Batak berani menentang bapak-bapak tersebut dengan nada diplomasinya. Bapak tersebut menanyai mengenai tiket dan teman saya membalasnya dengan membalikkan pertanyaan apakah rombongan yang dibawa oleh bapak-bapak tersebut juga sudah memiliki tiket. Lalu teman saya menambahkan lagi apakah tiket kelas ekonomi tertera nomor tempat duduk, toh di tempat duduk kapal sendiri tidak ada tempat duduknya.

Dengan nada geram dan bapak-bapak itu berlalu meninggalkan kami. Hmm sepertinya dia memiliki pangkat yang tinggi di kapal, dan tak selang berapa lama kemudian ada kebijakan baru bagi seluruh penumpang yang belum membawa tiket diharap untuk turun dari kapal. Kami semua hanya diam dan tetap berada di tempat duduk dan tidak beranjak. Pukul 05.30 pagi seluruh ABK (anak buah kapal) melalukan razia tiket kepada penumpang. Ahaaa, sangat ketahuan bodohnya, ketahuan beberapa penumpang menunjukkan tiket keberangkatan dan tentu saja rombongan kami belum memilikinya, bapak-bapak yang tadi dengan sengit memandang ke rombongan kami. "Hey, ini yang membuat kebijakan terlalu kelihatan tololnya, ini baru pukul 05.30 sedangkan loket baru buka pukul 06.00, tapi mengapa ada beberapa penumpang sudah memegang tiket di dalam kapal? Hmmm ternyata ada acara main belakang !" Razia sepertinya tidak dilanjutkan, saya dalam hati hanya bisa menertawakan saja, ternyata mereka hanya modal bentak tapi kebijakan yang diambil sangat-sangat tolol !


Sekitar pukul 06.30 diadakan kembali razia tiket, pemandu kami sudah menitipkan pesan bahwa tiket untuk keberangkatan rombongan kami sudah ditangani oleh orang dalam. Oh ternyata hmmmm. Sudahlah yang penting kami bisa menyeberang dengan selamat. Tetapi keadaan di bawah sepertinya lebih kacau, ada pengumuman dari syahbandar pelabuhan agar semua penumpang yang berada di dalam kapal turun. Memang sih ada beberapa penumpang ada yang turun, tapi himbauan tersebut percuma karena penumpang yang ada di pelabuhan nekat untuk naik ke atas kapal. Hampir lima jam kami duduk di kapal tapi belum ada tanda-tanda kapal akan segera di beragkatkan karena kekacauan yang timbul. Sekitar pukul 11.00 akhirnya kapal pun diberangkatkan setelah ada kebijakan bahwa penumpang yang belum bisa naik kapal akan diseberangkan esok hari. Syukurlah, kami dapat mempertahankan tempat duduk kami dan cukup merasa tenang ketika kapal pelan-pelan beranjak meninggalkan Kepulauan Karimunjawa, hmmm goodbye Karimunjawa :) *walau rasanya cukup berat meninggalkan tempat indah ini, tapi kehidupan "nyata" sudah menanti*


Karimunjawa, 29 Juni 2011

2 comments:

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com