Tuesday, July 19, 2011

Trip To Karimun Jawa Day 3 : The Last Trip, Snorkling di Wilayah Bekas Sekolah Kelautan

Setelah puas menikmati keindahan Pulau Cemara Kecil, perjalanan kami lanjutkan menuju tempat yang merupakan bekas sekolah kelautan. Entah bagaimana informasinya, saya juga kurang jelas. Tempat ini menurut pemandu kami memiliki terumbu karang yang cukup bagus dan masih alami. Tempat ini cukup dangkal, namun ancaman justru lebih membahayakan -lebay- karena bulu babi jumlahnya cukup banyak dan jalur yang kami lalui harus mengikuti pemandu kami. Saya sendiri tidak ikut bersnorkling, antara rasa takut dan penasaran karena bulu babi dan ubur-ubur yang mengintai. Saya dan beberapa orang teman memilih untuk bermain-main air di dekat perahu. Air di sini tidak terlalu dalam, sekitaran lutut orang dewasa. Beberapa ikan terlihat berenang-renang di antara kaki kami. 


Sore itu cukup banyak waktu yang kami habiskan di tempat tersebut, sayang saya tidak sempat memotret karena keadaan basah kuyub. Pemandu kami dengan baik hati menangkap seekor ikan nemo untuk kami gunakan berfoto-foto, setelah itu kami lepas kembali ke habitat asal mereka. 


Selesai kegiatan bersnorkling di tempat ini berarti selesai sudah rangkaian perjalanan kami menyusuri keindahan Kepulauan Karimunjawa. Rasa capek, masih belum puas, kulit gosong, ngantuk, ah semua bercampur menjadi satu. Sungguh kenangan dan pengalaman hidup yang sangat luar biasa yang rasa rasakan. Perjalanan pulang menuju pelabuhan, kami disuguhi pemandangan ikan lumba-lumba yang muncul ke permukaan, walau hanya terlihat beberapa kali tetapi cukup membuat heboh rombongan di dalam perahu. Tak lupa sang nahkoda selalu saja bermain-main ombak untuk menambah adrenalin kami. Sungguh perjalanan yang tidak akan pernah saya lupakan.


Oke untuk sekedar informasi, oleh-oleh khas dari Karimunjawa ini adalah olahan dari kayu dewandaru, bisa didapatkan di kios-kios yang menjajakan pernak-pernik (art shop) yang berjajar ketika kita akan berjalan menuju alun-alun. Oke lagi-lagi saya lupa untuk memotret tempat ini. Olahan kayu ini biasanya dibuat tasbih dan juga kayu seperti pentungan. Untuk tasbih dengan kayu kualitas khusus harganya Rp 50.000,00. Keistimewaannya adalah kayu ini bisa tenggelam di dalam air, dan saya sudah membuktikannya sendiri. Pernak-pernik lainnya seperti cermin dengan hiasan kerang di pinggirnya, jam dinding dengan hiasan kerang dan pasir, serta gantungan kunci.

No comments:

Post a Comment

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com