Thursday, April 14, 2011

Museum Kereta Keraton, Garasi Koleksi Kereta milik Keraton Yogyakarta


Tak jauh dari alun-alun utara dan bersebelahan dengan bangunan keraton Yogyakarta tepatnya di sisi barat keraton terdapat sebuah museum yang sayang untuk dilewatkan. Museum Keraton Yogyakarta adalah sebuah museum kecil yang dikelola oleh Keraton Yogyakarta yang menyimpan beberapa koleksi kereta kencana yang dimiliki keraton, dahulu tempat ini disebut sebagai garasinya kereta-kereta milik keraton. Biaya masuk untuk mengunjungi keraton ini adalah sebesar 3000 rupiah per orang plus 1000 rupiah untuk ID foto (bagi yang membawa kamera). Jam buka museum sendiri mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 16.00. Guide lokal pun disediakan jika ingin lebih mengetahui lagi tentang informasi koleksi kereta yang ada di museum ini. Sekali lagi guide di sini sistem bayarnya seikhlasnya dari si pengunjung. Ada baiknya menyewa guide untuk lebih mengetahui cerita dan latar belakang kereta yang ada di museum ini.




Semua kereta di sini semuanya memiliki nama tersendiri dan memiliki fungsi masing-masing. Jadi kereta di sini tak semabranagan digunakan, biasanya penggunaan kereta tergantung dengan acara yang diselenggarakan oleh keraton. Di museum ini tersimpan kereta-kereta dari jaman penjajahan yang sebagian besar tempat pembuatannya dari negara Eropa. Sangat eksotis melihat mahakarya-mahakarya ini. Sebagian kereta masih digunakan oleh keraton dalam gelaran-gelaran budaya ketika Keraton Yogyakarta sedang punya hajatan. Semua koleksi masih terawat dengan baik. Rata-rata kereta yang ada di sini buatan dari Eropa. Sebagian kereta sudah mengalami renovasi baik cat maupun bagian interior kereta, namun sebagian juga masih banyak yang asli.




Setiap kereta pasti ada tanda khusus seperti negara pembuat yang terdapat di as roda, tahun pembuatan yang berada di bodi kereta maupun interiornya, lambang keraton yang menandakan kereta ini milik sultan yang ke berapa. Ada hal unik di salah satu lambang ini, saat dipotret tanpa cahaya dan dilihat dengan mata biasa goresan lambang ini tampak kusam, tapi ketika dipotret dengan menggunakan flash lambang ini terlihat begitu hidup.



Ada yang unik di museum ini karena ada sebuah kereta yang dikeramatkan dan diberikan sekat khusus yang letaknya dipisahkan dengan kereta-kereta yang lain. Di antaranya adalah Kereta Garuda Yeksa yang biasa disebut kereta kencana, karena hiasan yang ada di kereta dini dilapisi oleh emas dan di atasnya terdapat simbol seperti mahkota yang terbuat dari emas juga. Kaca yang terdapat hampir di semua kereta terbuat dari kristal. Kereta lainnya adalah Kereta Roto Praloyo yang digunakan untuk mengangkut jenazah Sultan dari Keraton menuju Imogiri.



Ada satu kereta yang diistimewakan di tempat kereta keramat ini, yakni kereta yang bernama Kanjeng Nyai Jimad. Dari namanya saja sudah istimewa karena kereta yang lain diberi nama Kyai. Bentuknya sangat indah dan mirip dengan kereta cinderela yang ada di dongeng-dongeng dengan bagian depan seperti ada sebuah patung wanita yang menyangga kereta tersebut dan diberi untaian bunga. Ketika memasuki ruangan di mana kereta ini diletakkan dan juga saat akan memotret kereta ini di pemandu selalu memberikan semacam salam sungkem guna meminta izin kepada penunggu kereta ini. Konon katanya kereta ini hanya digunakan oleh Sultan dan Kanjeng Ratu Kidul. Hingga saat ini setipa bulan suro kereta ini masih dijamasi/dibersihkan. Kata pemandu juga tiap memotret kereta ini, berebeda orang akan berbeda pula hasilnya.



Mistik tentang ratu pantai selatan memang masih kental di wilayah Yogyakarta. Lepas percaya atau tidak tentang cerita tersebut, namun keindahan kereta-kereta milik keraton ini sayang untuk dilewatkan.

4 comments:

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com